JABAR EKSPRES – September 2023 ini, Jawa Barat mengalami inflasi sebesar 0,11 persen secara bulanan (m-to-m). Komoditas penyumbang inflasi terbesarnya kali ini adalah beras.
Dari sisi komoditas penyumbang inflasi, beras juga masih menjadi nomor satu. Yakni dengan angka 0,48 persen. Disusul komoditas rokok kretek filter 0,18 persen dan sewa rumah 0,09 persen.
Marsudijono melanjutkan, beras sebagai penyumbang inflasi tertinggi ini sejalan dengan tingginya harga rata – rata gabah di petani dan beras di penggilingan. BPS mencatat pada September 2023 ini harga rata – rata Gabah Kering Panen (GKP) Rp 6.577. Untuk Gabah Kering Giling (GKG) ada di angka Rp 7.319.
Baca Juga:Warga Desa Karyamukti Ancam Golput di Pemilu 2024 Jika Jalan Rusak Belum DiperbaikiTok! DPRD Kota Bogor Setujui Rancangan APBD-Perubahan 2023, Minta Pemkot Bogor Tingkatkan Pendapatan
Kemudian untuk y-on-y, Indonesia mengalami inflasi sebesar 2,28 persen. Komoditas penyumbang tertingginya juga beras dengan 0,55 persen. “Sepertinya karena faktor pasokan padi yang menurun akibat luas panen yang menurun dan el nino,” tuturnya.(son)
