Dampak Kemarau Disertai El Nino Makin Meluas, 2 Ribu Hektare Lahan di Kabupaten Bandung Terancam Gagal Panen

Dampak Kemarau Disertai El Nino Makin Meluas, 2 Ribu Hektare Lahan di Kabupaten Bandung Terancam Gagal Panen
(Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dampak dari musim kemarau 2023 yang disertai badai El Nino mulai terasa. Pasalnya tak sedikit lahan pertanian sudah alami kekeringan hingga berpotensi gagal panen.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Toni Permana mengatakan, sejumlah lahan pertanian di wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat kini tengah menghadapi sulit air alias kekeringan.

“Tentu sangat berpengaruh. Bisa mempengaruhi produksinya akibat kekeringan,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, guna meminimalisir dampak kekeringan, khususnya potensi gagal panen di sektor pertanian akibat musim kemarau yang disertai badai El Nino, Toni meminta supaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung menyikapi serius.

Baca Juga:CBR Club Indonesia Wilayah Jawa Barat Gelar Kopdargab Ke-5 di CimahiKorban Pencabulan Engkong di Depok Jadi 3 Orang, Pelaku Dijerat UU Perlindungan Anak

Solusi untuk menyelamatkan lahan-lahan pertanian dan membantu para petani, dalam menghadapi El Nino menurutnya bisa dilakukan Pemkab Bandung dengan bantuan memenuhi kebutuhan air.

“Maka pemerintah daerah itu bisa mengeluarkan anggaran untuk membantu para petani,” imbuh Toni.

“Seperti bantuan mesin air atau pengeboran air misalnya, tujuannya untuk membantu para petani,” lanjutnya.

Toni menerangkan, pihak pemerintah sampai saat ini sudah menjalin kerjasama dengan PDAM, maka menurutnya tak menutup kemungkinan dilakukan upaya pemenuhan sarana air bagi sektor pertanian.

“Bisa juga bekerjasama dengan PDAM, selama ini sudah berjalan untuk suplai air. Baik air konsmsi masyarakat ataupun untuk kebutuhan petani,” terangnya.

Pemanasan SML tersebut, meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

0 Komentar