NU Menolak Usulan Sekolah 5 Hari Penuh, Ini Sebabnya

NU Menolak Usulan Sekolah 5 Hari Penuh, Ini Sebabnya
Forum Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama (NU) tahun 2023, yang berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada tanggal 19 September 2023
0 Komentar

Menurut Gus Rozin, yang menjadi solusi yang lebih ideal adalah mengadakan sekolah hanya sampai siang hari, lalu siswa dapat melanjutkan kegiatan belajar keagamaan di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) atau madrasah pada sore hari.

“Misalnya, dari jam 06.00 hingga jam 13.00 atau jam 07.00 hingga jam 13.00. Intinya adalah memberikan waktu kepada anak-anak untuk belajar agama di sore hari, serta mempersiapkan karakter mereka di masjid dan TPQ,” ujarnya pada hari Rabu (20/9).

Gus Rozin juga menjelaskan bahwa NU memiliki banyak madrasah dan TPQ yang biasanya digunakan sebagai tempat belajar keagamaan bagi anak-anak. Kegiatan ini sering dilaksanakan pada waktu siang hingga sore, dan memiliki peran penting dalam mempromosikan pemahaman keagamaan yang moderat dan rahmatan lil alamin kepada anak-anak.

Baca Juga:Xiaomi 13T: Smartphone Terbaru dengan Kamera Leica, Segini Harganya?Tips Rahasia Cantik ala Selebriti: Menggunakan Jahe Agar Rambut Sehat dan Wajah Cerah

Menurut Gus Rozin, kebijakan sekolah lima hari penuh sejak pagi hingga sore justru dapat menguras stamina anak-anak, sehingga mereka mungkin tidak ingin mengikuti kegiatan keagamaan di TPQ. “Anak-anak yang pulang sekolah jam 15.00 WIB tidak mungkin bisa mengikuti TPQ. Mereka sampai di rumah jam 16.00, sudah merasa lelah. Setelah Maghrib, mereka harus mengerjakan PR dan lainnya,” ujar Gus Rozin.

0 Komentar