JABAR EKSPRES – Dalam perkembangan yang memprihatinkan, bunga terbesar di dunia, rafflesia, yang biasa disebut sebagai “bunga bangkai” karena baunya yang menjijikkan dan memikat lalat penyerbuk, berada di ambang kepunahan.
Sebuah penelitian terbaru, yang ditampilkan dalam jurnal bergengsi “Plants, People, Planet,” telah mengungkapkan berita menyedihkan mengenai nasib tanaman yang luar biasa ini.
Temuan studi tersebut mengungkapkan bahwa mayoritas dari 42 spesies rafflesia yang diketahui kini berada di ambang kepunahan, dengan banyak spesies yang masuk dalam kategori “sangat terancam punah”.
Baca Juga:Pasukan Israel Tembak Mati Dua Remaja Palestina dalam Bentrokan Terpisah di Tepi BaratPasukan Israel Tewaskan Empat Warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza
Rafflesia, keajaiban botani parasit, bergantung sepenuhnya pada tanaman merambat inang tertentu untuk kelangsungan hidupnya.
Ketika tanaman merambat yang penting ini mengalami kerusakan atau dimusnahkan, rafflesia menghadapi hambatan yang tidak dapat diatasi untuk tumbuh dan berkembang biak.
Strategi ini mencakup penciptaan kawasan lindung tambahan, penegakan hukum yang ketat yang menargetkan penebangan ilegal dan kegiatan perburuan liar, penyebaran kampanye kesadaran publik, dan alokasi dukungan untuk penelitian ilmiah yang komprehensif mengenai biologi dan ekologi rafflesia.
Selain itu, para peneliti mengadvokasi evaluasi global terhadap status konservasi semua spesies rafflesia oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), sebuah langkah yang dianggap penting mengingat klasifikasi IUCN yang ada saat ini yang hanya menempatkan satu spesies rafflesia sebagai spesies yang terancam punah.
