Resmi Berkoalisi, Cak Imin Optimis PKB dan PKS Bisa Bersatu

JABAR EKSPRES – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) masih menjadi sorotan sejak dideklarasikan sebagai bakal calon Wakil Presiden (Cawapres) Anies Baswedan. Kini ia optimis Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan partainya bisa bersatu dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).

Selain itu, Cak Imin juga optimis bahwa PKB dan PKS bisa meraih banyak suara pada pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Meskipun demikian ia juag memerhatikan bahwa kedua partai tersebut berbeda ideologinya, namun ia yakin keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat saling melengkapi.

BACA JUGA: Cak Imin akan Naikan Anggaran Desa Hingga 5 M Jika Menang Pilpres

Lebih lanjut, Cak Imin mengatakan bahwa perbedaan tersebut diyakini akan memperkuat sebagai modal pemenangan Anies Baswedan dan Muhaimain Iskandar (Amin) pada Pilpres 2024 mendatang.

“PKS dan PKB memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing di dalam basis dukungan. Tentu justru perbedaan inilah yang akan saling memperkuat dan insyaallah menjadi modal pemenangan pasangan ini (Anies-Muhaimin),” kata Cak Imin, usai berkunjung ke Kantor DPP PKS di Jakarta, dikutip JabarEkspres.com dari Antara News pada Selasa, 13 September 2023.

BACA JUGA: Kronologi Cak Imin Jadi Cawapres Anies Baswedan, Tak Luput dari Peran Surya Paloh?

Seperti diketahui bahwa PKS merupakan partai Islamis yang berbasis gerakan tarbiah, sedangkan PKB merupakan partai Islamis tradisional yang berbasis Nahdlatul Ulama (NU). Cak Imin menilai perbedaan basis ideologi ini justru menguntungkan sebab keduanya bisa saling melengkapi.

Apalagi, lanjut Cak Imin, PKB dan PKS sudah sering bekerja sama di DPR. Oleh sebab itu, Cak Imin meyakini perbedaan ideologi tidak terlalu penting dalam menjalin kerja sama.

“Perbedaan-perbedaan yang tidak penting, kami songsong masa depan untuk cepatnya terwujud pembangunan yang adil makmur dan sejahtera,” katanya.

Hal senada disampaikan Presiden PKS, Ahmad Syaikhu bahwa perbedaan basis ideologi partai pendukung Anies justru akan menghindarkan masyarakat dari perpecahan seperti pada Pilpres 2014 dan 2019.

“Koalisi ini tidak ada lagi keterbelahan, keterpecahan di tengah masyarakat, cebong kampret selesai. Sudah kita songsong masa depan ini lebih baik,” katanya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan