“Perlu diawasi dengan ketat dan dibatasi aktivitasnya agar mengantisipasi awal dampak yang tidak diinginkan,” imbuh Dedi.
“Semisal pembatadan aktifitas di kawasan rawan kebakaran. Kita yakini semua ada pemicunya,” terangnya.
Dedi memungkaskan, pemicu terjadunya Karhutla di sejumlah wilayah penting dianalisa untuk bahan kajian.
Baca Juga:BLACKPINK “The Girls” Pecahkan Rekor OST K-Pop Terlama di Spotify GlobalModal Hanya Lulusan SMK, Yosep Barkah Ibrahim Berprinsip Ilmu untuk Selesaikan Masalah
Menurutnya, tindakan pengawasan, pembuatan regulasi hingga pengetatan aktivitas pemicu harus jadi perhatian agar Karhutla tak menjadi peristiwa tahunan yang terus mengikis kawasan hutan.
“Hal ini kami nyatakan karena kebakaran tidak serta merta dampak langsung dari cuaca saja, akan tetapi ada pemicu lain di antaranya itu jelas aktivitas manusia,” pungkas Dedi. (Bas)
