Mirip dengan Kalideres, Tulisan ‘To You Whom Ever’ Bisa Jadi Petunjuk Kematian Ibu dan Anak di Cinere

Mirip dengan Kalideres, Tulisan 'To You Whom Ever' Bisa Jadi Petunjuk Kematian Ibu dan Anak di Cinere
Polisi tengah melakukan investigasi di rumah korban tewas ibu dan anak di Cinere, Depok. (Rubiakto/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Soal kasus kematian ibu dan anak di Cinere, GAH (64) dan DAW (38) dengan meninggalkan pesan berbahasa Inggris to you whom ever bisa menjadi petunjuk.

Menurut Ahli psikologi forensik, Reza Indragiri Amriel, kematian ibu dan anak di Perum Bukit Cinere Indah (BCI), Jalan Pesanggrahan, Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, Kota Depok, mirip seperti kejadian di Kalideres.

“Sebagaimana kasus Kalideres, saya mengatakan bahwa karena yang meninggal lebih dari satu orang maka betapa pun kejadiannya di satu TKP atau barangkali di satu waktu yang sama, tapi penyebab kematian jenazah harus disisir satu per satu,” kata Reza kepada wartawan JabarEkspres.com pada Jumat, 8 September 2023.

Dengan demikian, secara spesifik bisa disimpulkan, penyebab meninggalnya masing-masing jenazah.

Baca Juga:APBD 2024 Dirancang Naik Jadi Rp37,64 TriliunUngkap Penyebab Kematian Ibu dan Anak di Cinere, Polisi Lakukan Olah TKP!

“Tidak bisa pukul rata semua karena bunuh diri, atau semua meninggal karena kecelakaan. Nah sekali lagi, karena kasus ini seperti kasus Kalideres yang meninggal lebih dari satu orang, maka perlu dicari tahu secara definitif, secara spesifik penyebab kematian masing-masing jenazah,” tukas Reza.

Dia mengaku, penasaran dengan surat yang bertuliskan bahasa Inggris to you whom ever atau kepada kamu siapa pun.

Menurutnya, pemilihan kata whom ever menjadi sesuatu yang unik, karena, pesan itu tidak ditujukan kepada pihak tertentu secara spesifik, seperti keluarga, teman, tetangga atau pihak tertentu yang memang di alamatkan untuk menerima pesan tersebut.

“Kalimat to you whom ever dengan demikian mengindikasikan bahwa keluarga ini memang sudah terisolasi sedemikian rupa, sudah berjarak sedemikian jauh dari lingkungan sosialnya,” ujar Reza.

Reza menjelaskan, pesan akhir pun sampai tidak ditujukan kepada pihak tertentu. Bahkan menurutnya mereka seperti sudah membayangkan bahwa jenazah mereka akan ditemukan lewat penemuan, secara sengaja atau tidak sengaja.

0 Komentar