“Kita dapatkan satu profil kecil tentang bagaimana relasi sosial orang yang mengakhiri hidupnya dengan lingkungan sosialnya. Itu pun menurut saya tidak terlalu mengejutkan, dalam pengertian bahwa sekitar 90 persen kasus bunuh diri para pelakunya memang mengidap gangguan afektif, perasaan yang tidak stabil, mood yang bergoyang, depresi, dan seterusnya,” pungkas Reza.
Kalau memang itu yang terjadi maka kalimat to you whom ever memang mengindikasikan adanya interaksi sosial yang sedemikian jauh yang menjadi penanda orang-orang yang mengalami depresi, atau mengalami gangguan afektif. (Mg10)
