Adapun pada tahun 2023, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Asia Tea Alliance (ATA), yang diselenggarakan bersamaan dengan Asia Small Tea Growers Conference 2023. Acara ini terlaksana atas kolaborasi Solidaridad Asia, Business Watch Indonesia (BWI), Indonesian Tea Marketing Association (ITMA), Dewan Teh Indonesia (DTI) dan Paguyuban Tani Lestari.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Tani Lestari, Waras Paliant mengatakan, posisi petani berada di paling ujung rantai pasok dengan segala keterbatasannya.
Ketergantungan yang besar pada pelaku lain, juga semakin menempatkan mereka pada posisi tawar yang rendah.
Baca Juga:78 Penyuluh Agama di Jabar Dapat Sertifikasi Hipnoterapi oleh BaznasSukses Digelar di Bandung, Kratingdaeng Volleyball Gubernur Cup 2023 akan Hadirkan Atlet Baru
“Jadi, harus ada solusi inovatif untuk mengubah kondisi tersebut. Salah satunya adalah seperti yang kami (paguyuban) lakukan bersama para petani dengan membangun produk teh rakyat yang telah kami beri nama Teh nDeso,” ujarnya.
Paliant menyampakan, melalui event Asia Small Tea Growers Conference 2023, pihaknya sekaligus mengumumkan rencana melakukan ekspansi pasar ke Jawa Barat dan launching brand Teh Juwara.
Di lain sisi, membanjirnya impor teh di pasar Indonesia juga karena konsumen Indonesia lebih menghendaki produk teh dengan harga murah.
“Hal itu membuat para pengusaha minuman bahan baku teh, lebih pilih mengimpor teh berkualitas rendah dengan harga murah,” ucapnya.
“Jika kondisi ini berlanjut, tentu dapat merugikan sektor teh Indonesia dan berdampak negatif bagi seluruh petani teh,” pungkas Paliant. ***
