ITB Beri Permintaan Maaf Resmi Terkait Isu Dugaan Kampanye LGBT yang Memicu Keresahan

Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mengeluarkan permintaan maaf resmi dalam menghadapi polemik dugaan kampanye LGBT yang terkait dengan formulir online kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Ajaran 2023/2024.
Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mengeluarkan permintaan maaf resmi dalam menghadapi polemik dugaan kampanye LGBT yang terkait dengan formulir online kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Ajaran 2023/2024.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Institut Teknologi Bandung (ITB) telah mengeluarkan permintaan maaf resmi dalam menghadapi polemik dugaan kampanye LGBT yang terkait dengan formulir online kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Ajaran 2023/2024. Isu ini telah menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.

ITB, dalam pernyataan resmi, menyatakan penyesalannya atas perkembangan situasi ini dan mengakui bahwa isu-isu yang muncul merupakan bagian dari perhatian dan masukan yang sangat berharga dari masyarakat. Wakil Rektor bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WRAM) ITB, bersama dengan pihak terkait, berkomitmen untuk menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan mendukung bagi seluruh mahasiswa.

Menurut Prasetyo, pemilihan kata “pelangi” dalam narasi acara juga memiliki konteks yang berbeda dari asumsi yang beredar. Mahasiswa salah mengambil diksi kata tersebut, dan pihak ITB telah mengklarifikasi bahwa kata tersebut bukan merujuk pada LGBT, melainkan pada keberagaman dan tradisi panjang kegiatan PMB.

Baca Juga:Tragedi Bus di Meksiko: 15 Pekerja Migran Tewas dalam Kecelakaan MematikanPresiden Jokowi Kunjungi 4 Destinasi Kepresidenan di Benua Afrika

Dalam usaha untuk menjaga kedamaian dan menghindari miskonsepsi, ITB telah mengambil tindakan cepat dengan menutup formulir yang diperdebatkan tersebut. Hal ini merupakan bagian dari komitmen kampus untuk menyelenggarakan acara PMB yang positif dan inklusif bagi seluruh mahasiswa baru.

0 Komentar