Promosi Wisata KBB Tahun 2023 Telan Dana Hingga Rp2 Miliar

Pemerintah KBB gelontorkan dana hingga Rp2 miliar untuk promosi wisata.
Pemerintah KBB gelontorkan dana hingga Rp2 miliar untuk promosi wisata. (Foto: Suwitno/JE)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk promosi wisata dalam upaya pemulihan ekonomi serta mendongkrak industri pariwisata akibat Pandemik Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) KBB, Panji Hermawan mengatakan, anggaran sebesar Rp2 miliar tesebut dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bandung Barat (KBB) tahun 2023.

“Alokasi anggaran promosi Rp2 miliar ini, dalam upaya pemulihan sektor wisata akibat pandemi ini, pemerintah kabupaten juga terus mengembangkan destinasi wisata berbasis masyarakat,” kata Panji saat dihubungi, Senin (21/8/2023).

Baca Juga:Pelayanan di Desa Palasari Disoal, Warga Adukan ke LBHPerumda Tirta Pakuan Bogor Pastikan Sumber Air Bersih Baku Aman Selama Musim Kemarau

Meski begitu, anggaran promosi wisata itu dibagi ke dalam beberapa kegiatan promosi. Mulai pembuatan video, kreatif festival, kegiatan patarema, pasanggiri, dan lainnya. Jadi dana tersebut merupakan alokasi anggaran dari beberapa program, bukan satu kegiatan dengan nominal Rp2 miliar.

“Itu dalam bentuk berbagai kegiatan yang sifatnya mendukung kegiatan pariwisata dan kebudayaan,” tambah Panji.

Diketahui, Pemda Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat ini mengambil langkah penghematan belanja daerah untuk menutupi utang terhadap PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI yang digunakan untuk proyek infrastruktur jalan di wilayah selatan.

Sejumlah rencana belanja serta kegiatan yang telah dirancang perangkat daerah (OPD) pada awal tahun 2023 harus ditangguhkan atau dirasionalisasi pada perubahan APBD semester pertama. Pasalnya, utang terhadap PT SMI senilai Rp170 miliar bakal jatuh tempo tahun ini.

Adapun anggaran promosi wisata sebesar itu masih tetap berjalan lantaran menjadi program prioritas pemerintah daerah untuk menggerakkan ekonomi terutama sektor wisata. Hingga Agustus 2023, hasilnya cukup berdampak positif karena berhasil meningkatkan angka kunjungan mencapai 30 persen.

“Capaianya alhamdulillah positif, berkat program promosi ini, berdasarkan data statistik kami terjadi kenaikan angka kunjungan wisatawan sebesar 30 persen,” tandasnya. (Mg5)

0 Komentar