Antisipasi Penyakit Akibat Polusi Udara, Dinkes KBB Minta Masyarakat Gunakan Masker

Ilustrasi menghadapi masalah polusi udara agar tetap sehat. (pixabay)
Ilustrasi menghadapi masalah polusi udara agar tetap sehat. (pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aplikasi pemantau kualitas udara, IQAir mengatakan kualitas udara di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masuk dalam kategori tidak sehat.

Data IQAir mencatat, kadar polusi udara particulate matter (PM) 2.5 di Bandung Barat melebihi ambang batas aman dari standar WHO yakni 25 mikrogram per meter kubik dalam durasi waktu 24 jam.

“Itu sebagai bentuk antisipasi dampak buruk dari polusi udara. Apalagi di kawasan Padalarang mencapai 108 atau tidak sehat bagi kelompo sensitif,” ujar Kepala Dinkes Bandung Barat Hernawan Widjajanto kepada Jabarekspres.com.

Baca Juga:Warga Rancaekek Ternyata Belum Punya Alun-alun! Sekcam Tunggu Keputusan Bupati BandungPolisi Tangkap 7 Pelaku Penjual Obat Terlarang, Terancam Pidana 15 Tahun Penjara dan Denda Sebesar Ini!

Hernawan mengatakan, dampak dari polusi udara rata-rata membuat pernyakit kronis, meski tidak menular, ia menegaskan, hal tersebut perlu diwaspadai.

Adapun penyakit yang perlu diwaspadai, lanjut dia yakni Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Antisipasi lainnya pun seperti radang paru, asma dan penyakit sirkulasi darah seperti hipertensi dan jantung,” katanya.

Untuk ISPA sendiri, terang Hernawan, Dinkes Bandung Barat sudah memiliki sistem pelaporan untuk melakukan monitoring penyakit menular yang berpotensi wabah maupun penyakit tidak menular.

Sistem tersebut kata dia membantu pemantauan dan mengetahui tren kasus penyakit menular ini bisa menjadi early warning system sehingga pihaknya bisa mempersiapkan langkah antisipasi dan pencegahan.

“Sementara untuk datanya kita masih menghitung, kebetulan bagian datanya lagi keluar. Hanya saja sebagai antisipasi dampak polusi udara yang buruk masyarakat minimal memakai masker. Pola ini tidak jauh dengan kondisi saat covid-19 menerapkan masker,” tandasnya. (Mg5)

0 Komentar