JABAR EKSPRES – Kawasan Maui, Hawaii, makin terlihat bak medan perang usai geger warga melakukan penjarahan besar-besaran di tengah ketidakpastian akibat kebakaran hutan parah beberapa hari belakangan.
Penjarahan terjadi hampir tiap malam karena warga merasa frustrasi. Mereka kekurangan pasokan kebutuhan sehari-hari, sementara daerah mereka terisolasi.
Tim penyelamat sebenarnya membagikan bantuan air, makanan, dan obat-obatan. Namun, aliran bantuan itu tak merata.
Baca Juga:Ratusan Properti di India Hancur: Bentrok Komunal Memicu Aksi Pengrusakan MassalHujan Lebat di India Memakan 24 Korban Jiwa dan Mengakibatkan Banjir dan Tanah Longsor
Warga di tempat-tempat yang terisolasi pun mulai bergerak demi nyawa sendiri. Mereka menjarah dan merampok warga lainnya.
Di tengah kekacauan ini, warga hanya dapat menggantungkan harapan pada perusahaan dan sukarelawan yang menyalurkan bantuan ke berbagai penjuru Maui.
Namun lambat laun, para relawan juga gerah karena sangat sulit berkoordinasi dengan pihak berwenang.
“Sangat menarik melihat bagaimana ketika kalian membawa air atau produk bantuan lain untuk membantu warga, tapi malah diusir,” ujar Robb, sebagaimana dikutip South China Morning Post.
Sebagian warga mengeluhkan sistem notifikasi bahaya yang tak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga mereka tak punya cukup waktu untuk menghadapi dampak bencana.
