JABAR EKSPRES – Sidang lanjutan kasus tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan terdakwa Sony Setiadi Direktur PT CIFO, Benny dan Andreas Guntoro dari PT SMA, selaku penyuap pengadaan CCTV dan ISP, dalam program Bandung Smart City, kini kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, pada Rabu (26/7).
Dalam persidangan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sedikitnya menghadirkan tiga orang saksi untuk dimintai keterangannya. Satu diantaranya adalah Kepala Diskominfo Kota Bandung, Yayan A Berliyana.
Dalam keterangannya, Yayan mengaku tidak mengetahui secara pasti saat ditanyakan JPU terkait izin perjalanan para terdakwa, seperti Wali Kota nonaktif Yana Mulyana, Kepala Dishub Dadang Darmawan, dan Sekretaris Dishub Khairur Rizal ke Thailand bersama PT CIFO dan PT SMA ditolak oleh Kemendagri.
Baca Juga:Bawaslu Sumedang Tentukan Langkah Guna Menangkal Isu Hoax dan Isu AgamaMenengok Kampung Blekok Kota Bandung, Hibah Lahan 2 Hektar yang Entah Kemana
Yayan juga mengungkapkan, bahwa dirinya tidak mengetahui perihal biaya perjalanan para terdakwa ke Thailand. Dia juga baru mengetahui bahwa izin perjalanannya ditolak oleh Kemendagri dari Kabag kerja sama.
“Tidak tahu. Saya dua hari di sana, baru tahu (izin ditolak Kemendagri) oleh Kabag kerja sama,” ungkapnya.
Saat ditanyakan oleh JPU mengenai biaya akomodasi selama para terdakwa berada di Thailand, Yayan mengatakan bahwa biayanya ditanggung oleh Sekretaris Dishub Kota Bandung Khairur Rizal.
“Dari Pak Khairur Rizal,” ucap Yayan.
