Pengobatan Hemofilia Mengalami Perkembangan di Dunia, Seperti apa di Indonesia?

Pengobatan hemofilia di indonesia
Pengobatan hemofilia di indonesia
0 Komentar

Sehingga, hal ini menyebabkan ketidakmampuan pasien untuk mendapatkan pengobatan yang optimal.

Hemofilia adalah penyakit yang memerlukan pengobatan seumur hidup, sehingga pembiayaan menjadi kendala utama bagi pasien.

Hemofilia juga masuk dalam delapan penyakit katastropik yang di jamin oleh JKN, yang menyebabkan biaya pembiayaan hemofilia terus meningkat setiap tahunnya.

Baca Juga:Curiga Whatsapp Kamu Diblokir? Begini Cara Mengeceknya tanpa Perlu Melakukan ChatPolisi Lakukan Investigasi Terkait Kasus Keracunan Massal Pasca Reses Anggota DPRD Cimahi

Menurut data profil kesehatan indonesia dari Kementerian Kesehatan tahun 2021 mengatakan bahwa pembiayaan hemofilia mencapai sekitar Rp 500 miliar.

Studi lokal menunjukkan bahwa pengobatan inovatif seperti emicizumab tidak selalu identik dengan biaya tinggi.

Penggunaan emicizumab dalam terapi profilaksis terbukti menghemat anggaran negara sebesar 51 miliar dalam waktu 5 tahun di bandingkan dengan terapi tanpa emicizumab.

Novie menambahkan bahwa penting untuk membangun sinergi antara lembaga pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memastikan akses bagi penyandang hemofilia untuk mendapatkan perawatan yang sesuai standar.

Oleh karena itu, penatalaksanaan hemofilia memerlukan perawatan khusus seumur hidup.

World Federation of Hemophilia (WFH) serta Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK).

Saat ini sudah memberikan rekomendasi bahwa terapi profilaksis telah di jadikan sebagai pilihan utama untuk pengobatan penderita hemofilia A.

Meskipun demikian, beberapa pilihan terapi profilaksis belum dijamin dalam program JKN, sehingga tantangan dalam implementasinya masih harus diatasi.

0 Komentar