JABAR EKSPRES – Presiden Rusia, Vladimir Putin, dengan tegas menyatakan bahwa Rusia memiliki persediaan yang cukup bom klaster dan berhak menggunakannya sebagai tanggapan jika senjata terlarang ini digunakan oleh pasukan Ukraina dalam serangan mereka.
Pada hari Kamis (13/7), Ukraina mengumumkan bahwa mereka telah menerima pasokan bom klaster dari Amerika Serikat (AS). AS percaya bahwa amunisi ini diperlukan untuk mengatasi kekurangan peluru yang dihadapi oleh pasukan Ukraina dalam serangan balasan mereka.
Menurut laporan dari Reuters, Putin dalam wawancara dengan saluran TV pemerintah mengatakan bahwa Rusia akan menanggapi dengan cara yang sama jika diperlukan.
Baca Juga:Iran Siap Lengkapi Pasukan Udara dengan Beli Pesawat Sukhoi Su-35 dari RusiaLedakan di Pabrik Uranium Rusia, Warga Panik Takut Terkena Dampak Radiasi Nuklir
Human Rights Watch melaporkan bahwa baik Rusia maupun Ukraina telah menggunakan bom klaster sebelumnya. Rusia, Ukraina, dan AS belum menandatangani Perjanjian Bom Klaster yang melarang produksi, penyimpanan, penggunaan, dan transfer senjata tersebut.
