Upaya Bangkitkan Ekonomi Kota Bandung: Mulai dari Koperasi, UMKM Hingga Satgas Anti Rentenir

Ema Sumarna (pegang piring) saat Milangkala Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bandung (KPKB) ke-61
Ema Sumarna (pegang piring) saat Milangkala Koperasi Pegawai Pemerintah Kota Bandung (KPKB) ke-61 beberapa waktu lalu. (Foto: Pemkot Bandung)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Berdasarkan data dari tahun 2022, jumlah koperasi aktif di Kota Bandung mencapai angka 720 unit. Untuk jumlah anggotanya mencapai 138.108 orang. Sementara, jumlah UMKM di Kota Bandung yang terdaftar adalah 9.187 unit.

Oleh karena itu, Plh Wali Kota Bandung, Ema Sumarna memaparkan bahwa perihal upaya pengembangan dan pemberdayaan koperasi dan UMKM di Kota Bandung.

“Kegiatan yang dilakukan koperasi seperti pengawasan koperasi, optimalisasi Satgas Anti Rentenir hingga penyusunan dan pendampingan koperasi. Sementara untuk kegiatan UMKM, pendampingan bagi pelaku usaha mikro, business matching, gelar produk hingga kerja sama kemitraan bagi pelaku usaha,” ujarnya.

Baca Juga:UCIC Cirebon Luncurkan Program Penguatan Kapasitas ORMAWA, Bangun Desa Mandiri Cerdas BerteknologiNaas! Kaki Kiri Kenek Dump Truck di Sumedang Terancam Diamputasi

Dia juga menjelaskan, salah satu upaya untuk meningkatkan hal tersebut adalah dengan program Salapak Microshop. Salapak Microshop merupakan sarana layanan pemasaran produk koperasi dan UMKM di Kota Bandung.

Plh Wali Kota Bandung itu juga akan mengadakan gelar pasar, workshop, foto produk, hingga bazar. Hal ini dilakukan agar pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat berputar.

“UMKM di Kota Bandung ini linier, sebagai penopang utama di kota. Mereka dulu paling kuat menerima pendapatan,” ucap Ema Sumarna.

Lebih lanjut, guna menciptakan Kota Bandung yang aman dan bersih dari rentenir, Pemkot Bandung telah menghadirkan Satgas Anti Rentenir.

“Jadi solusi ini yaitu koperasi sebagai mitra kerja sama dalam mengatasi korban rentenir. Ada beberapa koperasi yang menjadi mitra dalam memberdayakan masyarakat seperti Koperasi Keluarga Besar Al-Mutaqqin (KSP Kebal), Koperasi Sumber Bahagia, Koperasi BMT Insanul Kamil,” jelasnya.

Ema Sumarna berharap agar koperasi dan UMKM yang ada di Kota Bandung dapat lebih unggul lagi sehingga dapat bertahan di keadaan ekonomi saat ini.

“Kita harap koperasi dan UMKM di Kota Bandung menjadi unggulan. Bisa dipertahankan dari dinamika roda ekonomi,” harapnya. (Fizh)

0 Komentar