JABAR EKSPRES – Virus mematikan telah menyerang bayi di seluruh Eropa, dan laporan menunjukkan adanya setidaknya 26 kasus sepsis yang di sebabkan oleh virus berbahaya ini. Kondisi ini semakin memprihatinkan para ahli penyakit menular anak di Amerika Serikat, terutama dengan meningkatnya penyebaran virus serupa selama musim panas dan awal musim gugur. Bayi-bayi ini biasanya di lahirkan dengan sehat dan pulang ke rumah bersama keluarga mereka, tetapi kemudian mengalami gejala paparan enterovirus yang berbahaya.
Virus ini telah menyebabkan setidaknya delapan kematian di antara bayi-bayi tersebut, dengan mayoritas kematian terjadi di Prancis akibat kegagalan organ dan sepsis. “Kerusakan yang sangat cepat dan tingkat kematian yang tinggi pada kasus yang terkena dampak ini di anggap sebagai sesuatu yang tidak biasa,” tulis juru bicara WHO. Meskipun beberapa dari 26 kasus echovirus-11 ini telah di identifikasi pada awal 2022, setidaknya setengahnya di laporkan terjadi sejak akhir musim semi 2023.
Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO, menjelaskan bahwa sebagian besar enterovirus biasanya menyebabkan penyakit ringan pada anak-anak yang terinfeksi, tetapi dalam kasus-kasus tertentu, penyakit yang lebih serius dapat terjadi. Virus ini dapat sangat mempengaruhi bayi baru lahir, yang sistem kekebalannya belum cukup matang untuk melawan infeksi. Sayangnya, tidak ada cara untuk mengetahui apakah jenis virus ini juga sudah ada di Amerika Serikat dan mengancam bayi-bayi di sana.
