“Bapa kan emang kolektor sepeda tua, nah dari situ dikenalin lah ke sepeda ini dan sampai sekarang saya suka,” tuturnya.
Sandri pun mengaku dirinya mulai menyukai dan mengikuti perlombaan dari mulai tahun 2014.
“Dan 2016 mulai ikut lomba, hingga mengikuti Fornas di Palembang, dan kali ini Fornas di Jabar,” ungkapnya
Baca Juga:Satu Orang Meninggal di Jalan Alternatif Cibolang, Warga Desak PUPR Cari Solusi!Libatkan 48 Klub Basket se-Jabodetabek, Dedie Rachim Cup Dorong Prestasi Milenial
Menurut Sandri, tentu berbeda saat mengendarai sepeda penny farthing dengan sepeda biasa. Pasalnya, roda depan lebih besar dari yang belakang, dan pedal nyambung langsung ke roda depan.
“Kalau sepeda biasa hanya menyeimbangkan tangan saja, kalau ini harus nyeimbangin tangan dengan gerakan kaki. Jadi tangan harus seiring dengan kaki (yang menggoes),” pungkasnya.
