JABAR EKSPRES – Prabowo Subianto membeberkan alasan kenapa dirinya selalu kalah dalam pemilihan presiden.
Prabowo Subianto seakan tidak kenal kalah sehingga ia siap kembali meramaikan pemilihan presiden.
Dalam catatan, Prabowo Subianto terhitung sudah empat kali mencalonkan diri sebagai presiden Indonesia jika dalam Pilpres 2024 mendatang ia memang resmi mencalonkan diri.
Baca Juga:Prabowo Berjanji Bakal Lakukan Ini Jika Ia Menjadi Presiden Indonesia 2024Kekacauan di Prancis, Seorang Remaja Tewas hingga Penangkapan 667 Orang Demonstran, Ada Apa Ini?
Selanjutnya, ia menjadi capres bersama Ketua Umum PAN Hatta Rajasa sebagai cawapresnya.
Terakhir, ia kembali mencoba menjadi presiden dalam Pilpres 2019 yang saat itu dengan Sandiaga Uno sebagai cawapresnya.
Nyaris. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan usaha Menteri Pertahanan (Menhan) RI ini untuk menjadi presiden Indonesia.
Lantas, akankah ia mendulang hasil yang sama dalam Pilpres 2024 jika ia resmi mendaftarkan diri?
Ia pun mengaku telah belajar banyak dari kekalahannya di pilpres kemarin-kemarin.
“Tapi kali ini insya Allah menang. Karena saya sudah belajar politik. Saya belajar dari Pak Jokowi yang mengalahkan saya. Berarti itu guru yang hebat. Iyakan. Udah santai saja,” ujarnya.
Orang yang saat ini menjabat Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) itu digadang-gadang merupakan salah satu sosok yang bakal meraimakan pertarungan Pilpres 2024 nanti.
Baca Juga:Sebanyak 56 Kasus Kebakaran Hutan Terjadi di Palangkaraya, Pemerintah Beberkan Strategi Penanganan dan PencegahanTolak Perceraian, Seorang Istri Meninggal di Tangan Suaminya dengan Cara Mengenaskan
Bagaimanapun, Prabowo merupakan salah satu nama capres yang memiliki elektabilitas yang menjanjikan.
Dalam hasil survei Institute for Democracy and Strategic Affair (Indostrategic), Prabowo menempati posisi pertama sebagai tokoh capres dengan elektabilitas paling tinggi dibandingkan nama-nama seperti Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo.
