“Saya diarahkan berkoordinasi dengan BTP (Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Bandung),” tambah Nurul.
Dia berharap agar rencana perombakan Stasiun Cicalengka dibatalkan, jika memang perlu ada peningkatan pelayanan agar konstruk bangunan bersejarah itu tidak dirubah sedikit pun.
“Karena belum ada hasil dan kejelasan, kita sudah buat petisi agar pembongkaran Stasiun Cicalengka dibatalkan, kita juga coba berkoordinasi dengan Diaparbud Kabupaten Bandung,” pungkas Nurul.
Baca Juga:Grand Tjokro Premiere Bandung Kembali Gelar Donor DarahDidaulat Peduli Lingkungan, Gus Muhaimin Didorong Jadi Capres 2024
Sementara itu, penggalangan dukungan petisi penolakan rencana perobohan Stasiun Cicalengka tersebut dibuat di situs Change.org, terhitung sejak 17 Juni 2023 lalu.
Hal senada diungkapkan Penggerak Literasi Kecamatan Cicalengka lainnya, Hafidz Azhar. Dia berujar, penggalangan dukungan penolakan perobohan Stasiun Cicalengka bermula dari adanya rencana pembangunan stasiun baru yang akan merobohkan bangunan lama.
“Bagi kami, stasiun Cicalengka itu memiliki nilai sejarah tinggi. Stasiun Cicalengka didirikan pada 1884, artinya saat ini telah berusia hampir 140 tahun,” ujarnya.
Menurutnya, selama Stasiun Cicalengka berdiri sudah banyak peristiwa sejarah yang terjadi dan bangunan tersebut bisa dibilang menjadi saksi bisu.
Ratusan tahun berdiri, Stasiun Cicalengka sangat layak dipertahankan dan dijadikan bangunan cagar budaya.
Dengan nilai historis yang dimiliki, para pegiat Literasi Cicalengka menolak atas adanya rencana pembangunan stasiun baru dengan cara merobohkan bangunan stasiun lama.
“Kami tidak menolak untuk pembangunan stasiun, tapi jangan merobohkan stasiun lama,” tutupnya. *
