Setelah kudeta tersebut, Jenderal Suharto mengambil alih kekuasaan dan memulai rezim Orde Baru yang berlangsung hingga tahun 1998.
Kudeta di Amerika Latin (1976-1983)
Beberapa negara di Amerika Latin, seperti Argentina, Chili, dan Uruguay, mengalami serangkaian kudeta militer yang dilakukan oleh rezim otoriter untuk menggulingkan pemerintahan yang demokratis.
Kudeta-kudeta tersebut berdampak pada pelanggaran hak asasi manusia yang massif dan berkepanjangan di wilayah tersebut.
Baca Juga:Pemberontakan Grup Wagner Merupakan Upaya Kudeta Terhadap Rezim PutinParamiliter Rusia Mengkhianati Putin, Presiden Ukraina: Itu Karma Kejahatan Karena Telah Menghancurkan Ukraina
Kudeta di Uni Soviet (1991)
Kudeta yang dilakukan oleh sekelompok anggota Partai Komunis Uni Soviet yang berusaha merebut kembali kekuasaan dari Presiden Mikhail Gorbachev.
Namun, kudeta ini gagal akibat perlawanan dari rakyat dan beberapa pemimpin tinggi Uni Soviet yang mendukung reformasi.
Kudeta di Nigeria (1993)
Setelah pemilihan umum yang dicurigai curang, Jenderal Sani Abacha menggulingkan pemerintahan Presiden terpilih Moshood Abiola.
Aristide kembali ke kekuasaan setelah intervensi militer oleh Amerika Serikat pada tahun 1994, namun pada tahun 2004, Aristide sekali lagi dijatuhkan dari kekuasaan oleh pemberontakan bersenjata.
Kudeta di Thailand (2006 dan 2014)
Pada tahun 2006, militer Thailand melancarkan kudeta terhadap pemerintahan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.
Kemudian, pada tahun 2014, militer kembali mengambil alih kekuasaan dan menggulingkan pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, adik dari Thaksin.
Kudeta di Ukraina (2014)
Setelah protes massal di Kiev dan konflik politik yang memanas, Presiden Viktor Yanukovych jatuh dari kekuasaan melalui pemungutan suara di parlemen.
