Dorong Peningkatan Produksi Petani Teh, Paguyuban Tani Lestari Gandeng Asosiasi Kafe dan Resto Memperluas Pangsa Pasar

Dorong Peningkatan Produksi Petani Teh, Paguyuban Tani Lestari Gandeng Asosiasi Kafe dan Resto Memperluas Pangsa Pasar
Penandatanganan MoU antara Paguyuban Tani Lestari dengan Koperasi PHRI Jabar dalam Workshop Teh Rakyat dengan tema di Tengah Peluang dan Tantangan, di Roemah Kentang 1908, Jalan Banda, Kota Bandung, Kamis (22/6/2023).
0 Komentar

“Apalagi sekarang harga pucuk teh basah segitu-gitu saja, sekitar Rp2.000 hingga Rp2.800 per kilogram. Perlu ada integrasi antara kebun, pengolahan, dan pemasaran agar petani teh semakin bersemangat,” imbuh dia.

Atik mengemukakan, dari tahun ke tahun, surplus ekspor impor teh nasional terus mengalami penurunan. Pada 2010, surplus ekspor impor teh Indonesia berada di kisaran USD16 juta, dengan angka impor hanya 5 ton. Sedangkan pada 2021, surplus ekspor impor teh nasional hanya tinggal USD6 juta.

Veronika Ratri, dari Business Watch Indonesia (BWI) menjelaskan, kualitas produk petani sekarang sudah bagus. BWI ingin mendorong promosi produk petani teh rakyat agar semakin diminati pasar.

Baca Juga:Hilangnya Kapal Selam Titanic Ternyata Sudah Diprediksi ‘The Simpsons’!Arsyad Al Banjari Raih Emas di Ajang SOWSG 2023 Berlin!

“Kita butuh dukungan dari semua pihak untuk bantu promosikan produk petani. Semoga penghasilan petani bertambah, semangat petani melestarikan perkebunannya semakin kuat,” ungkap Veronika.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Tani Lestari, Waras Paliant mengatakan, di sisi lain, pengolahan mandiri untuk memotong rantai pasok belum banyak dilakukan oleh kelompok dan koperasi tani.

Alasannya beragam, mulai dari akses modal susah, manajemen kurang, hingga dependensi pada bantuan pemerintah dan lembaga pendamping.

“Untuk bertahan di tengah himpitan permasalahan tersebut perwakilan para petani teh dari 14 kabupaten dari Jawa Barat dan Jawa Tengah berinisiatif melakukan gerakan bersama untuk membentuk Paguyuban Tani Lestari pada tahun 2016,” ujar Waras.

Menurut dia, tujuan dari pembentukan paguyuban ini untuk mendorong para petani terus meningkatkan pengelolaan dan perawatan kebun teh untuk meningkatkan produktivitas dan menghasilkan pucuk berkualitas.

Paguyuban Tani Lestari merupakan forum petani teh dari wilayah Jabar dan Jateng yang terbentuk pada pertengahan 2016 atas inisiatif Business Watch Indonesia (BWI).

Bersama Paguyuban Tani Lestari, anggota petani berusaha untuk memperbaiki diri melalui serangkaian program pembinaan untuk kemandirian, dengan harapan petani mendapatkan manfaat kebaikan, nilai tambah petani serta perbaikan kehidupan kelompok tani secara berkelanjutan.

Baca Juga:Wall Street Closed Mixed with the Focus on Central BanksPrakiraan Cuaca Bandung Hari ini, Jumat, 23 Juni 2023

Namun demikian, para petani dan Pauyuban Tani Lestari membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut.

Saat ini Asosiasi Kafe dan Resto (AKAR) Jabar tertarik untuk mendukung para petani the Indonesia dengan bekerjasama dengan Paguyuban Tani Lestari untuk memasarkan dan mengkampanyekan produk-produk teh petani anggota Paguyuban Tani Lestari.

0 Komentar