Sukses Meluncur, Satelit SATRIA-1 Akan Dipakai untuk Meratakan Akses Internet di Wilayah 3T

Satelit SATRIA-1 Sukses Diluncurkan/Foto: Tangakpan Layar YouTube (Kemkominfo TV)
Satelit SATRIA-1 Sukses Diluncurkan/Foto: Tangakpan Layar YouTube (Kemkominfo TV)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) berhasil diluncurkan pada Senin (19/6/2023) pukul 18.21 waktu Florida atau 05.21 WIB dari Cape Canaveral, Florida, AS.

Peluncuran satelit SATRIA-1 berlangsung sesuai jadwal dalam kondisi cuaca yang tampak cerah di lokasi peluncuran.

Badan Layanan Umum Informasi dan Teknologi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyelenggarakan acara nonton bareng (nobar) peluncuran SATRIA-1 di 11 area stasiun bumi.

Baca Juga:Nokia Magic Max 2023 Punya Spesifikasi Gahar, Bakal Rilis di Indonesia?3 Cara Kompres Foto Tanpa Aplikasi Tambahan, Super Praktis dan Mudah!

Diantaranya yaitu di Jakarta, Manado, Kupang, Kabupaten Timika, Kota Jayapura, Manokwari, Ambon, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak hingga Batam.

Adapun acara nobar di Jakarta berlangsung di anjungan Skyworld, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sejumlah pejabat dari Kominfo, Direksi BAKTI Kominfo hingga puluhan siswa dari SMP-SMA Matahari, SMA 48 dan SMA 64 turut serta menghadiri acara tersebut.

Para hadirin nobar terlihat sangat antusias dalam melihat proses peluncuran SATRIA-1 hingga hadir dari pukul 04.00 WIB.

Terlihat dalam siaran langsung di YouTube Kemkominfo TV, para hadirin menyuarakan sorak sorainya saat roket Falcon 9 yang membawa satelit SATRIA-1 tersebut Tenggara meluncur dengan mulus.

Melansir dari laman resmi menpan.go.id, diketahui bahwa SATRIA-1 diluncurkan guna meratakan akses internet di area tertinggal, terdepan, terluar (3T).

Satelit ini direncanakan dapat memfasilitasi layanan internet di 50 ribu titik fasilitas publik dengan kecepatan 4 Mbps.

Baca Juga:3 Rekomendasi Olahraga Ringan yang Cocok Saat Menstruasi!Harga dan Spesifikasi Lengkap HP Vivo Y36, Unggulan Terbaru!

Adapun satelit terbesar di Asia Tenggara ini dibangun dengan menghabiskan biaya US$540 juta atau sekitar Rp8 triliun.

Sementara itu, pembuatan satelit SATRIA-1 dilakukan oleh Satelit Nusantara 3 yang dilanjutkan dirakit olehThales Alenia Space (TAS) di Prancis dengan menggunakan platform SpaceBus NEO.

0 Komentar