JABAR EKSPRES – Sebanyak 4.460 calon jamaah haji reguler asal Jawa Barat (Jabar) dicatat Kementrian Agama Provinsi Jawa Barat (Kemenag Jabar) masih belum melunasi biaya perjalanan haji padahal masa tenggang akan berakhir di tanggal 19 Mei 2023.
Menanggapi hal itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyebut selaku pemerintah provinsi (pemprov) pihaknya akan memfasilitasi mediasi persoalan tersebut.
“Meski kewenangan bukan di Pemprov Jawa Barat, tapi kami akan fasilitasi mediasinya. Dan yang pasti tidak mungkinlah (jamaah) berangkat kalau belum lunas kan,” ujar kang Emil sapaan akrabnya saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Selasa (16/5).
Baca Juga:Ema Tegaskan, Disdik Segera Selesaikan Persoalan Insentif Guru HonorerCrosser Astra Honda Tapaki Podium Tertinggi Balap Pembuka Kejurnas Motocross 2023
Meski adanya hal itu, Emil meminta agar Kuto jamaah haji asal Jabar yang jumlah sekitar 38.296 orang tidak dikurangi saat keberangkatan tiba.
“Tapi jangan sampai kuotanya yang sudah susah-susah orang nunggu belasan tahun tidak termanfaatkan,” ungkapnya.
Sehingga jika hal tersebut terjadi, Emil menyebut akan menyesali. Maka dari itu, saran yang paling tepat yakni mencari kuota pengganti atau cadangan.
“Saya kira kita akan sangat menyesali, jadi kami akan mediasi. Tapi kalau saran saya sama dengan yang tadi ditanyakan (kuota cadangan),” imbuhnya.
“Jadi kalau memang belum (waktunya), karena haji itu kan harus mampu, jadi kalau belum mampu jangan dipaksakan maka diberikan jatahnya kepada yang sudah mampu alias yang sudah melunasi,” pungkas Emil.
(San).
