Jelang Nataru, DBMPR Jabar Atasi 138 Titik Jalan Rawan Bencana Alam.

Jabarekspres.com Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jawa Barat (Jabar), mencatat selama tahun 2022 telah terjadi sebanyak 138 titik kejadian bencana alam diruas jalan provinsi.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar, Bambang Tirtoyuliono menyebutkan,  kejadian bencana alam terbanyak dari 2.360 km jalan provinsi di 51 ruas jalan ialah longsor.

”Dari Januari-Oktober 2022 paling banyak kejadian bencana alam itu longsor. Jumlahnya; 78 longsor tebing, 28 longsor badan jalan, 27 amblas, dan 5 banjir,” kata Bambang di Bandung, Sabtu 19 November 2022.

Bambang menuturkan, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar telah melakukan antisipasi dititik dan mengatasi jalan rawan bencana tersebut. Dengan menyiapkan peralatan kesiapsiagaan bencana berkoordinasi dengan BPBD dan kepolisian setempat.

”Untuk mengatasi titik-titik jalan rawan bencana longsor dan banjir ini, kami usulkan penanganan permanen,” tutur Bambang.

”Teknologi sudah ada tapi anggaran belum, dengan demikian upaya-upaya yang disebutkan tadi dilakukan ditambah dengan mitigasi,” tambah dia.

Selain itu, jelang natal dan tahun baru (nataru), Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Jabar pun memastikan jalan dan jembatan di wilayah Jabar dalam kondisi baik atau layak digunakan.

DBMPR Jabar mencatat dari 38.892 lubang di akhir 2021. Hingga pertengahan November 2022 ini hanya tersisa 3.415 lobang jalan di 2.360 Km jalan milik provinsi.

”Sisanya akan kami tutup lagi secara bertahap sembari mengidentifikasi penambahan jumlah lobang di lokasi yang berbeda,” katanya.

DBMPR Jabar pun berupaya untuk memberikan pelayanan terbaik, khusus nya meningkatkan kemantapan jalan, yang nyaman dan aman dalam berkendara.

”Kita juga sudah meluncurkan program Sapu Lobang Jalan, untuk memperbaikan jalan rusak yang berlobang,” tandasnya. (win)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan