Produksi Beras di Kabupaten Bogor Hanya 65 Persen, Tidak Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

JabarEkspres.com, BOGOR – Guna meningkatkan kualitas beras hasil pertanian di Kabupaten Bogor, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) menyalurkan anggaran sebesar Rp4 miliar untuk empat desa dari empat kecamatan. Di antaranya Kecamatan Jonggol, Cariu dan Tanjungsari dan Cibungbulang.

Anggaran yang dikeluarkan bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut selain diperuntukan bagi peningkatan kualitas beras hasil pertanian di Bumi Tegar Beriman juga untuk membantu modal awal bertani.

Kepala DKP Kab. Bogor, Sigit Wibowo menjelaskan, anggaran itu diperuntukan untuk pembelian lantai jemur padi, alat penggilingan, gudang penyimpanan dan teknologi alat pengering gabah.

“Program ini sudah berjalan sejak 2021 lalu. Jadi, masing-masing desa itu kami anggarkan Rp1 milar,” kata Sigit Wibowo kepada Jabar Ekspres, Jumat, 21 Oktober 2022.

Nantinya anggaran itu diberikan dan dikelola langsung oleh dan kepada penerima bantuan, dalam hal ini kelompok tani desa.

Namun, anggaran tersebut di luar dari modal awal petani dalam menanam padi dan juga produksi beras.

Selain itu, meski memiliki sejumlah titik lumbung padi, namun hasil produksi beras di Kabupaten Bogor belum mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras masyarakatnya.

Saat ini produksi beras di Kabupaten Bogor hanya mampu dikonsumsi 56 persen dari jumlah masyarakat yang ada sekitar enam juta jiwa sehingga masih memerlukan pengiriman beras dari daerah lain.

“Kita punya stok beras hasil kerja sama dengan Bulog hanya 400 ton dari jumlah ideal yang seharusnya sebanyak 1.500 ton,” lanjutnya.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor terus fokus untuk menghasilkan kualitas beras yang lebih baik lagi, sehingga masyarakat dapat mengonsumsi beras yang layak.

“Kami sedang mencoba untuk meningkatkan kualitas beras yang ada, ya minimal SNI, karena ada beberapa perangkat di lapangan yang kita rasakan kurang, mulai dari lantai jemur kurang representatif, penggilingan kurang baik dan meningkatkan kekeringan beras itu yang paling utama,” pungkasnya.*** (SFR)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan