India Terserang Pandemi Superbugs, Kuman yang Bisa Membunuh

pandemi superbugs
0 Komentar

Jabarekspres.com – Lagi-lagi kita diharuskan untuk waspada terhadap kasus penyakit baru yakni pandemi superbugs yang melanda India.

Superbugs sendiri merupakan kuman-kuman yang kebal terhadap Antibiotik. Salah satu Ahli Kesehatan Profesor Zubairi Djoerban dalam Twitter mengutarakan mengenai peristiwa pandemi superbugs.

“Kabar mengkhawatirkan datang dari India baru-baru ini. Di sana sedang mengalami pandemic superbugs, yaitu bakteri luar biasa hebat yang tidak mempan dengan antibiotic,” ungkapnya melalui Twitter, Rabu, (12/10).

Baca Juga:List Film Bioskop Terbaru Oktober 2022, Banyak yang Seru!Coba WA Bot Confess, Bisa Utarakan Perasaanmu Secara Anonim?

Ia juga menceritakan awal mula dari superbugs ini dari India sebelah barat. Di sebuah rumah sakit di Maharashtra terjadi infeksi dan para dokter berjibaku dengan ruam infeksi superbugs.

Terungkap oleh Zubairi melalui Twitternya, di Kolkata sendiri, 6 dari 10 pasien dirawat di ICU karena sudah tidak mempan dengan antibiotic.

Ia mengatakan ada beragam kuman-kuman yang menyerang warga di India.

“Ada yang disebut Staphylococcus aureus dan Acinetobacter baumannii—yang keduanya ini menyebab pneumonia,” ujarnya.

Ia pun mengungkap, ada pula kuman bernama e.coli atau Escherichia coli maupun Klesiella pneumoniae. Beberapa kuman ini diklaim berisiko meninggal.

“Efeknya terhadap pasien ya harus dipadang ventilator dan beresiko meninggal,” jelas Zubairi.

Beberapa kasus di India, kata Zubairi, didapati ada pula yang kebal terhadap antibiotik kuat dan yang baru bernama Carbapenem.

Data pun menunjukkan jika setahun terakhir telah terjadi kenaikan 10 persen yang kebal dan menjadi masalah berat di dunia khususnya di India.

Baca Juga:Nonton Chainsaw Man Episode 1 Sub Indo Gratis! Simak Disini!Program Promo 10.10 Masih Berlaku! Cek Disini Daftarnya

“Beratnya bagaimana? Sebut saja di Kolkata. Tadinya semua orang yang terinfeksi di sana, 65 persennya berhasil diatasi dengan antibiotik lini 1. Nah, sekarang turun,” jelas Zubairi.

Zubairi menambahkan, yang berhasil diobati dengan antibiotic tersebut hanya 43 persen saja.

Dilansir dari telegraph.co.uk, dalam laporan tahunan tentang resistensi antimikroba (AMR), Dewan Riset Medis India memperingatkan bahwa perlu adanya tindakan mendesak.

Hal ini guna untuk mencegah krisis kesehatan besar dan berpotensi pandemi jika tidak segera ditangani.

“Resistensi antibiotik berpotensi menjadi pandemi dalam waktu dekat jika tindakan korektif tidak segera diambil.”

0 Komentar