JabarEkspres.com – Saat ini jumlah penyakit tidak menular (PTM) cukup besar menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang cukup besar. Dalam hal ini, kemampuan mengukur tekanan darah menjadi hal penting.
Penyakit tidak menular merupakan penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti protozoa, bakteri, jamur, maupun virus.
Penyakit jenis ini bertanggung jawab terhadap sedikitnya 70% kematian di dunia.
Lemahnya pengendalian faktor risiko dapat berpengaruh terhadap peningkatan kasus setiap tahun.
Baca Juga:20 Tahun Menemani, Naruto Memang Pantas DikenangBURUAN! Gunakan Promo Shopee 10.10, Masih Ada Waktu Dapatkan Diskon Sampai 70 Persen!
Hal ini sejalan dengan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, 2013, dan 2018 yang menunjukkan kecenderungan peningkatan prevalensi PTM seperti hipertensi, diabetes, dan stroke.
Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa lebih dari 17 juta orang di seluruh dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah terus meningkat dari tahun ke tahun.
Sedikitnya 15 dari 1000 orang atau sekitar 2.784.064 orang di Indonesia menderita penyakit jantung.
Penyakit kardiovaskular seringkali menyerang usia produktif. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama kardiovaskuler di mana merupakan penyebab utama dari kematian masyarakat dunia.
WHO mendefinisikan hipertensi sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan darah sistoliknya (TDS) ≥ 135 mmHg dan tekanan darah diastoliknya (TDD) ≥ 85 mmHg dalam 2 kali pengukuran tekanan darah.
Untuk itulah, tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran yang didukung oleh LPPM Unjani pada 1 dan 9 Oktober 2022 melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Tanimulya Kabupaten Bandung Barat dan Kelurahan Cibeber Cimahi
Baca Juga:Kuota Guru ASN PPPK Meningkat 143 PersenBandung Gelap, Dewan Soroti Minimnya Anggaran PJU
Adapun kegiatan pengabdian tersebut memberikan pemaparan dan pembinaan kader agar dapat memiliki kemampuan mengukur tekanan darah dan tinggi badan/berat badan (antropometri) secara mandiri dengan baik dan benar menggunakan kartu sehat Tensiku yang diberi nama KASIHKU.
Ketua tim pelaksana dalam pengabdian masyarakat, Iis Inayati Rakhmat, dr.,M.Kes staf pengajar Biokimia dan Biomolekuler Fakultas Kedokteran Unjani berharap dengan adanya pelatihan kader ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.
Sehingga, masyarakat diharapkan dapat mencegah dengan deteksi dini hipertensi.
Hal tersebut penting karena dapat berperab sebagai pencegahan primer dan sekunder penyakit kardiovaskular.
