Soroti Dugaan Kasus Pencabulan Santriwati di Katapang, Kadis DP2KBP3A Kabupaten Bandung Prioritaskan Korban

Editor: Reporter: Yanuar Baswata

JabarEkspres.com, KATAPANG – Perkara dugaan pencabulan santriwati oleh salah satu pemilik pondok pesantren di wilayah Desa Gandasari, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung ramai diperbincangkan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung, Muhammad Hairun mengatakan bahwa mental serta psikologi korban jadi prioritas.

“Kita dari dinas sudah beberapa kali mengadakan pertemuan baik di wilayah Gandasari kemudian dengan pusat lewat zoom meeting,” kata Hairun pada Jabar Ekspres belum lama ini.

Dia mengaku, selain berkoordinasi dengan Desa Gandasari dan pusat, rapat internal bersama pihak-pihak terkait pun sudah dilakukan.

“Jadi menanggapi kasus itu pada prinsipnya merujuk patokan ajas praduga tak bersalah,” ujarnya.

Dia menegaskan, yang menjadi sasaran pihak DP2KBP3A bukanlah terduga pelaku, melainkan santriwati yang terindikasi menjadi korban pencabulan.

“Korbannya kita belum jelas juga, identitasnya siapa, di mana alamatnya,” ucapnya.

Melalui pantauan Jabar Ekspres di lokasi, pesantren yang diduga terjadi pencabulan di RW05,  Desa Gandasari itu, terlihat sepi dan tidak ada aktivitas baik para santri maupun pengajar.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, aktivitas pesantren tidak mewajibkan santriwati menginap atau mondok, sehingga hanya santri yang tinggal di pesantren dan anak-anak perempuan setelah belajar pulang ke rumah masing-masing.

Sementara itu, Hairun menjelaskan bahwa dia sudah berikan instruksi agar pihak DP2KBP3A melakukan pendalaman identitas korban.

“Turun ke lapangan mengecek jumlah korban berapa kemudian korbannya bagaimana dan kebutuhan bantuannya apa saja,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.