“Kita terbuka untuk anggaran, atau apapun kepada masyarakat dengan adanya anggaran dari BPBD. Dan belum bisa merealisasikan yang harus kita bangun dengan anggaran yang terbatas. Tetapi mudah-mudahan dengan selesainya pandemi Covid-19, bisa membangun desa untuk yang satu ke yang lainnya,” tutur H Pipin.
Salah satu jaji politik kepala desa yang dipertanyakan warga dalam Musdes tersebut adalah realisasi pembangunan lapang jati menjadi lapak usaha. Menanggapi pertanyaan tersebut, pipin menyebut akan membangun rumah toko (ruko) untuk menaikan pendapatan desa sekaligus kesejahteraan masyarakat.
“Lapang Jati yang tadinya disewakan ke penyewa, Alhamdulillah sudah diambil kembali. Untuk diratakan dan insya Allah kita bangun ruko-ruko di sana. Untuk meningkatkan pendapatan warga desa Neglasari dengan membangun 18 toko yang ada di sana,” katanya.
Ia juga berharap agar desa Neglasari menjadi desa mandiri dan maju. Mengingat, kemajuan negara berawal dari kemajuan desa. (oca)