Pedagang yang Berjualan di Pasar PKL Cicadas Tersisa 60 Persen

Editor:

“Namun saat didata, mereka sebenarnya masih pengin berjualan. Tetapi enggak bisa jualan lagi karena barang stok lama,” kata Suherman.

Stok lama yang tertimbun itu, lanjutnya, masih ada di setiap pedagang, lantaran mereka tidak berjualan saat mewabahnya Covid-19.

Dirinya lantas berharap pemerintah turun tangan. Bahwa ada kesulitan yang tengah mendera para pedagang.

“Keuangan mereka, kan, untuk makan pun susah. Mereka susah. Kalau bisa, ya, dibantu itu mereka untuk meringankan. Supaya tetap eksis,” harapnya.

Pandemi dua tahun lalu memang menerjang berbagai lini. Cicadas Market, begitu nama resminya saat launching pada 2019, seolah tidak mampu bertahan.

Suherman beranggapan, penataan yang dilakukan pun tak ubahnya sekadar mempercantik. Diubah menjadi lebih tertata, rapi, dan bagus. Pembeli tetap sama, kegiatan jual-beli biasa saja.

“Kalau pendapatan (pedagang) enggak ada perbedaan. Tidak berdampak,” pungkasnya.*** (zar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.