Kejadian itu diceritakan ulang seorang pedagang sepatu kulit, Nining Rohimah, 34. “Banyak yang nyasar. Salah sewaktu belokan. Sekarang, kan, sudah enggak ada patokan,” ujarnya sembari tertawa.
Secara komikal, dia menjelaskan, para pengunjung juga seperti halnya Kelvin. Keheranan. “Banyak juga yang nanya soal tugu sepatu!” imbuhnya.
Situasi menjadi bertambah lucu, kata Nining, lantaran di perempatan tersebut, tidak dipasang pula plang penanda jalan.
Baca Juga:Pihak Pertamina Luruskan Miskonsepsi Penerapan Aplikasi MyPertaminaTuai Berbagai Keluhan, Penggunaan Aplikasi MyPertamina Masih Kurang Sosialisasi
“Ada orang yang salah belok. Mereka lurus. Lupa belok karena enggak ada tugu. Apalagi emang tidak ada plang,” gelaknya.
“Patokan buat yang enggak tahu, ya, itu (tugu sepatu). Soalnya banyak juga yang dari daerah,” pungkasnya.
