Mengapa Film Gatotkaca Tidak Laris di Pasaran?

“Namun jika ditilik dari segi pemasarannya, itu sama sekali tidak terlihat seperti film blockbuster, jadi failed,” katanya.

Perihal pemasaran alias marketing memang jadi nyawa ketiga setelah cerita dan produksi yang menentukan kesuksesan sebuah film. Apalagi di Indonesia, jaringan bioskop cukup memiliki aturan ketat soal penayangan.

Jaringan bioskop tak akan sungkan dan segan menurunkan film dari layar mereka bila performa penjualan tiket tak memuaskan. Hal ini wajar, lantaran pendapatan bioskop juga datang dari film yang dipajang.

Maka tak heran, meski sudah ada aturan undang-undang perihal jatah layar untuk film garapan Indonesia, bioskop juga tak bisa mengelak bahwa menyediakan studio untuk film yang tak laku terlalu lama akan merugikan secara bisnis.

Nasib Gatotkaca di layar bioskop pun tak sekuat seperti legendanya. Per Selasa (28/6), film ini kini hanya tersedia satu atau dua layar di satu-dua bioskop jaringan Cinema XXI di sejumlah kota besar di Indonesia.

Di Cinema XXI, Gatotkaca hanya ada di dua bioskop di Jakarta dengan masing-masing 3-4 jam tayang. Kemudian di Surabaya, Yogyakarta, Semarang, jatah folm ini hanya ada di satu bioskop dengan dua jam tayang.

Sementara di jaringan CGV dan Cinepolis yang diketahui sebagian kepemilikannya merupakan perusahaan asing, film Gatotkaca sudah lenyap entah sejak kapan.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *