Kumpulan Puisi Ibu Kartini, Singkat Tapi Penuh Makna

Ilustrasi Puisi Ibu Kartini (Freepik)
Ilustrasi Puisi Ibu Kartini (Freepik)
0 Komentar

 

Puisi 4

BAGIMU SRIKANDI

Tanah jawa sang tanah para pujangga

Tak lekang mengais kata

Untuk sang Srikandi Pejuang Wanita

Untuk Sang Kartini Pahlawan Bangsa

Tabir kecantikan menghiasi wajah

Menghela cinta di balik pasrah

Perempuan kau jadikan anugerah

Bukan sebagai alat segala nafsu

Wahai Srikandi,

Kau berjuang dari balik keayuan

Menuang keanggunan diantara impian

Untuk kebebasan, untuk keseteraan

Puisi 5

PEJUANG PERUBAHAN BANGSA

Ibu yang bijak menata kehidupan

Menjalani masa dengan cita dan impian

Agar Putri bangsa tak sekedar penghias

Tak sekedar pemandangan

Pejuang perubahan bangsa

Pejuang dari kaum hawa

yang terus memperjuangkan martabat kaum hawa

dengan segala ilmu pengetahuan

kau genggam ilmu itu

kau sebarkan untuk perempuan lain

agar terus berkarya

dan membela bangsa ini

Puisi 6

EMANSIPASI WANITA INDONESIA

Raden Ajeng Kartini

Kau lahir pada masa penjajahan

tumbuh menjadi sosok perempuan yang elok

berparas nan cantik dan berakal budi yang baik

Akal budimu menjelajah dunia

Membawa dunia di tangan hawa

Agar sejajar diantara kaum adam

Kau perjuangkan martabat kaum hawa

Untuk perempuang yang terkungkung

Terkekang oleh jiwa jiwa yang terpenjara

Kau bebaskan mereka dengan pengetahuanmu

Puisi 7

BAGIMU SRIKANDI

Tanah jawa sang tanah para pujangga

Tak lekang mengais kata

Untuk sang Srikandi Pejuang Wanita

Untuk Sang Kartini Pahlawan Bangsa

Tabir kecantikan menghiasi wajah

Menghela cinta di balik pasrah

Perempuan kau jadikan anugerah

Bukan sebagai alat segala nafsu

Wahai Srikandi,

Kau berjuang dari balik keayuan

Menuang keanggunan diantara impian

Untuk kebebasan, untuk keseteraan

Namamu abadi di tangan masa

Atas jasa dan impian serta asa

Membawa kaum hawa pada kemerdekaan

Itulah engkau wahai sang putri bangsa

Tak peduli jiwa yang rapuh

Tetap mengayuh tanpa mengaduh

Hingga kehendak menjadi cita

Agar Perempuang tetap menjadi manusia

Qodrat tetaplah kodrat

Namun jiwa tak bisa dikekang

Begitulah cinta di balik karya tuhan

0 Komentar