Pria Bermasker Lemparkan Bom Gas Air mata dan Tembaki Penumpang Kereta Secara Membabi Buta di New York, 29 Orang Dilaporkan Luka-luka

Kepanikan yang terjadi di stasiun bawah tanah di New York saat terjadi aksi yang dilakukan seorang pria yang tembaki penumpang kereta secara membabi buta. ANTARA FOTO/REUTERS/Andrew Kelly/rwa.
Kepanikan yang terjadi di stasiun bawah tanah di New York saat terjadi aksi yang dilakukan seorang pria yang tembaki penumpang kereta secara membabi buta. ANTARA FOTO/REUTERS/Andrew Kelly/rwa.
0 Komentar

Stasiun televisi Fox News serta WNBC melaporkan bahwa Departemen Kepolisian New York City (NYPD) setelah serangan itu menemukan sebuah mobil van U-Haul berpelat Arizona.

Kendaraan itu sudah dilacak pihak berwenang dalam kaitannya dengan penembakan pada Selasa. Namun, tersangka masih buron.

Komisioner NYPD KeechantSwell mengatakan penembakan di subway itu tidak diselidiki sebagai terorisme, walaupun otoritas tidak akan mengesampingkan kemungkinan apa pun soal motif serangan.

Baca Juga:Ribuan Karyawan Garment di Ciledug Mogok Kerja, Manajemen Dinilai Tak Adil Berikan THRBRI Sahabat Disablitas, Wujud Kepedulian BRI Bantu Penyandang Bersaing di Dunia Kerja

Serangan itu terjadi ketika sebuah kereta subway jalur N rute Manhattan memasuki sebuah stasiun Sunset Park di kawasan Brooklyn.

Kejadian itu diikuti dengan perburuan menegangkan yang dilakukan petugas lokal dan federal terhadap si pelaku.

Insiden pada Selasa mendorong para pejabat untuk kembali mendesak pihak-pihak terkait mengambil langkah memerangi gelombang kekerasan di fasilitas transportasi kota tersebut.

New York City, kota terpadat di Amerika Serikat, selama pandemi mengalami peningkatan tajam soal kejahatan yang disertai kekerasan. Di antara kasus tersebut adalah serangkaian serangan secara acak di subway.

Ada beberapa orang yang jatuh ke rel karena didorong dari peron. Salah satu yang mengalami serangan seperti itu adalah seorang perempuan warga kawasan Manhattan di New York City.

Perempuan tersebut tewas dan insiden maut itu dilihat sebagai bagian dari gelombang serangan berdasarkan kebencian terhadap warga Asia-Amerika.

Sistem transportasi New York City merupakan yang tertua dan paling luas di dunia.

Baca Juga:Kurang Dari 24 jam, Gerombolan Pelaku Curat Berhasil Dibekuk Satreskrim Polresta BandungBejat, Kakek 64 Tahun Gagahi Dua Bocah di Rumah Kosong

Wali Kota New York City Eric Adams, yang baru menjabat pada Januari, sebelumnya menyatakan tekad akan meningkatkan keamanan di subway dengan menambah patroli polisi serta memperluas jangkauan pada orang-orang yang sakit mental.

Ketika berbicara kepada CNN, Adams mengatakan insiden pada Selasa merupakan “tindakan kekerasan yang tidak masuk akal”. Pada kesempatan itu, ia berjanji akan menggandakan jumlah polisi patroli subway (cnn/ant/rit)

 

0 Komentar