BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung saat ini tengah melakukan pendataan bagi penyandang disabilitas untuk bisa mendapatkan dokumen kependudukan.
Menurut Pelaksana Tugas (PLT) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana menjelaskan, kegiatan dilakukan agar masyarakat penyandang disabilitas dapat mendapatkan pelayanan publik yang sesuai.
Yana juga menjelaskan, dengan adanya pendataan tersebut nantinya penyandang disabilitas akan mendapatkan kode khusus di dalam dokumennya seperti KTP, KK, Kitas, dan Akte Kelahiran.
Baca Juga:Belajar Sedekah, Miyabi Ucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa untuk Orang IndonesiaEks Wali Kota Bekasi Resmi jadi Tersangka Kasus Pencucian Uang
“Jadi nanti dokumen kependudukan itu harusnya ada kode buat penyandang disabilitas supaya pada saat mengakses baik di fasilitas kesehatan atau lainnya,” ucapnya saat ditemui di SLBN Cicendo, Kota Bandung, Senin (4/4).
Sehingga, kata Yana, para kaum Disabilitas tersebut akan mendapatkan fasilitas yang berbeda.
“Kemarin itu datanya sama. Padahal teman-teman itu ini (disabilitas) harus mendapatkan fasilitas yang berbeda,” ujarnya.
Selain itu, ia menjelaskan bahwa ada sekitar 1.600 penduduk di Kota Bandung merupakan penyandang disabilitas yang perlu didata dan mendapatkan kartu identitas khusus.
Yana menambahkan, para penyandang disabilitas akan bisa merekam data kependudukan yang baru, di kantor kewilayahannya masing-masing.
“Jadi di Disdukcapil bisa, Kecamatan bisa, jadi seperti biasa saja. Malahan bisa hadir juga petugas dari Disdukcapil ke rumah masing-masing penyandang disabilitas,” katanya
Sehingga, Yana menuturkan, Pemkot Bandung saat ini tengah berupaya menambah dan memperbaiki fasilitas publik yang memiliki khusus untuk untuk penyandang disabilitas.
Baca Juga:Utang Indonesia Tembus Rp7 Ribu Triliun pada Hari Ini, Jokowi Disebut Bapak UtangOlivia Rodrigo Borong 3 Piala Sekaligus di Grammy Awards 2022
Hal tersebut dilakukan agar mereka bisa merasa aman dan nyaman tinggal di Kota Bandung.
“Insyaallah kami akan coba penuhi, mudah-mudahan KotaBandung bisa menjadi kota yang ramah disabilitas. Kan guiding block sudah bikin, kemudian di puskesmas juga sudah ada huruf braile. Jadi kami akan dorong juga di beberapa tempat pelayanan publik,” pungkas Yana. (mg4/wan)
