- Minimarket
Minimarket menjadi kategori contoh retail dengan ukuran terkecil. Barang-barang yang dijual di dalamnya pun cenderung berupa barang-barang kebutuhan harian. Konsumen dapat membeli berbagai kebutuhan rumah tangga, mulai dari produk konsumsi sebagai makanan hingga peralatan kecil yang mungkin dibutuhkan dalam rumah tangga. Minimarket sebagai retail terkecil karena jumlah produk yang dijual tidak lebih dari 5.000 item.
Bangunan tempat usahanya pun tak lebih dari 400 meter persegi. Bahkan, beberapa minimarket tak memiliki lahan parkir untuk di gunakan oleh pelanggannya karena kecilnya lahan yang mereka miliki. Penggolongan minimarket sebagai contoh retail dengan ukuran terkecil tentunya didasarkan pada pengertian retail secara formal. Untuk usaha retail secara informal, konsumen tetap dapat menemukan bahan-bahan kebutuhan rumah tangga secara eceran di warung atau toko-toko kelontong.
- Supermarket
Secara produk, apa yang di tawarkan di supermarket mungkin tak jauh berbeda dengan minimarket. Namun, jika bicara tentang kuantitas, supermarket memiliki cakupan yang jauh lebih besar di bandingkan minimarket karena dalam sebuah supermarket, pelaku usaha bisa menjajakan mulai dari 5.000 hingga 25.000 item. Untuk luas lahan pun supermarket memiliki cakupan yang jauh lebih tinggi di banding minimarket. Jika luas tempat usaha minimarket tak lebih dari 400 meter persegi, supermarket memiliki lahan mulai 400 hingga 5.000 meter persegi.
Baca Juga:Ramai Istilah Remaja Jompo, Sebenarnya Apa Itu?Malam Nisfu Syaban Semakin Dekat, Sudah Tahukah Amalannya?
Jika di lihat dari potensi penjualan yang di lakukan, supermarket juga memiliki batasan yang lebih besar di banding minimarket. Untuk minimarket, di perkirakan potensi penjualan yang bisa di lakukan terbatas hingga Rp200.000.000 saja, sementara potensi penjualan untuk minimarket bisa menyentuh kisaran angka Rp200.000.000 hingga Rp10.000.000.000.
Hypermarket
Sebenarnya tak ada perbedaan yang terlalu jauh antara supermarket dengan hypermarket. Dari sisi kuantitas produk yang di tawarkan, misalnya, hypermarket menawarkan lebih dari 25.000 item. Tak jauh berbeda dengan supermarket yang menjadikan angka 2.500 item sebagai batas atasnya. Di lihat dari luas lahan yang di miliki pun juga tak signifikan. Batas atas luas lahan antara supermarket dan hypermarket sama-sama di angka 5.000 meter persegi. Bedanya, jika supermarket mungkin memiliki luas lahan kurang dari itu. Selama tak di bawah 400 meter persegi, luas lahan hypermarket biasanya tak jauh dari angka 5.000 meter persegi.
