Keberadaan Hutan dan lautan Indonesia yang luas berpotensi menghasilkan kredit karbon yang dapat ditransaksikan di tingkat global.
Dengan begitu dapat pencapaian target penurunan emisi di banyak negara. Pertemuan G-20 dapat digunakan untuk melakukan kerja sama ini dengan negara-negara maju.
‘’Artinya, Indonesia memiliki potensi pendapatan sebesar 565,9 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 8.000 triliun dari perdagangan karbon dari hutan, mangrove dan gambut,’’pungkas Airlangga Hartarto. (red)
Baca Juga:Jalan Cireki Sumedang Amblas, Jalur Cirebon-Bandung Tidak Dapat DilaluiInnalillahi Wa Innailahi Rajiun, Prof Asep Warlan Yusuf Berpulang ke Rahmatullah
Airlangga Hartarto, Green economy, Ekonomi Hijau, Rendah Karbon, Perubahan Iklim, Peurunan Emisi, Kredit Karbon, Penurunan Emisi Gas Buang,
