JAKARTA – Manfaat dari terapi ikan sangat banyak, salah satunya adalah menghilangkan kotoran dan kulit mati pada jari kaki. Terapi ini biasanya menggunakan ikan Garra Rufa.
Saat terapi, ikan-ikan kecil yang dijuluki sebagai ikan dokter ini akan menggigit kulit kaki yang dipercaya dapat memberikan manfaat kesehatan.
Dilansir dalam Journal of Fisheries Sciences oleh Shreya Bhattacharya, Ph.D. Student of Vidyasagar University ICAR-CIFE, Berikut ini beberapa manfaat terapi ikan.
1. Pengelupasan kulit dengan cara mengangkat sel kulit kering dan mati.
Baca Juga:Airlangga Hartarto: Masalah Kebutuhan Air Bersih Menjadi Isu di Forum AIWWBanjir Dayeuhkolot Kembali Terjadi, Kapolres Minta Warga Waspada
2. Menjadikan kulit kasar, tidak rata menjadi lebih lembut, kenyal, halus, dan sehat.
3. Menghilangkan kondisi kulit seperti eksim, psoriasis , kapalan, kutil, yang disebabkan oleh tekanan berulang, gesekan, atau infeksi.
4. Membuka lapisan sel sehat yang terletak di bawahnya, sehingga mengembalikan kilau kulit.
5. Mendorong pertumbuhan sel baru melalui sekresi enzim yang mengandung dithranol (anthralin).
6. Mengurangi rasa gatal, noda, flek hitam, dan bekas luka di kaki.
7. Menciptakan sensasi menggelitik, yang meningkatkan sekresi zat kimia yang disebut ‘endorfin’ di otak kita dan membuat kaki yang lelah terasa lebih rileks.
8. Memberi ‘pijatan ringan’, yang membantu sirkulasi cairan tubuh lebih baik.
9. Pengelupasan dengan terapi ikan dapat merangsang aliran darah dan meningkatkan sirkulasi, menghilangkan bakteri dan mengurangi bau kaki serta membantu mengatasi penyakit kaki.
Baca Juga:Smartfren WOW Treasure Hunt Bawakan Hadiah Miliaran Rupiah, Semua Bisa Ikutan dan MenangNew Honda Genio Kini Tampil Lebih Bergaya
Meskipun banyak manfaat yang dirasakan setelah melakukan terapi ikan, dilansir dari Web MD, menurut para ahli dari Health Protection Agency (HPA), terapi tersebut juga bisa menimbulkan beberapa risiko.
1. Infeksi Bakteri
Orang yang mempunyai penyakit psoriasis, eksim, atau penyakit kulit yang meradang disarankan agar tidak melakukan terapi ikan ini karena lebih rentan terhadap infeksi. Luka yang terbuka dapat memudahkan penyebaran infeksi.
2. Kehilangan jari kaki
Dilansir dari IFL Science, seorang wanita asal Thailand harus diamputasi jari kakinya karena mengalami peradangan pada tulang jari kaki. Dalam dunia medis dikenal dengan nama Osteomielitis. Biasanya penyakit tersebut dialami oleh mereka yang menderita autoimun atau terdapat masalah pada sirkulasi darahnya.
3. Mematahkan Kuku Kaki
Dilansir dari laman Live Science, seorang wanita mengalami onychomadesis pasca melakukan terapi ikan. Kondisi onychomadesis yaitu penyakit kuku kaki terlepas dari matriksnya.
