Ibu Rumah Tangga Rentan Alami Stres dan Depresi, ini Penyebabnya

Ilustrasi pekerjaan Ibu rumah tangga yang rentan menimbulkan stres dan depresi. (pixabay)
Ilustrasi pekerjaan Ibu rumah tangga yang rentan menimbulkan stres dan depresi. (pixabay)
0 Komentar

Dengan pekerjaan yang dilakukan secara terus-menerus, ibu rumah tangga sulit memiliki waktu luang untuk dirinya. Seluruh waktunya diberikan untuk anak dan keluarga sehingga terkadang ia lupa untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri.

Padahal, semua orang butuh waktu untuk bersantai, beristirahat, atau menyegarkan diri. Minimnya waktu luang ini dapat membuat seseorang rentan terhadap stres.

Adapun stres yang kronis bisa meningkatkan risiko buruk terhadap kesehatan jiwa dan fisiknya, seperti kecemasan, depresi, penyakit jantung, gangguan pencernaan, hingga masalah tidur. Itu sebabnya penting untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri atau me time, termasuk bagi ibu rumah tangga.

Baca Juga:Satgas Covid-19 Klarifikasi Informasi Pencabutan Status PandemiBanjir Di Cirebon, Sisakan Satu Daerah Yang Masih Terendam

Bila berpikir ibu rumah tangga hanya mengerjakan pekerjaan fisik, itu salah besar. Seorang ibu rumah tangga juga perlu berpikir dalam melaksanakan pekerjaannya.

Sang ibu tentu harus memutar otak saat menghitung pengeluaran dan pemasukan rumah tangga, mengatasi masalah yang dialami anak, atau memikirkan menu masakan anak dan keluarga setiap harinya. Hal-hal tersebut pun bisa semakin buruk bila memiliki masalah finansial dalam keluarga.

Aktivitas mental tersebut pun bisa menyebabkan seorang ibu rumah tangga kelelahan. Kondisi ini akan mengurangi konsentrasi seorang ibu rumah tangga dan berpengaruh pada ketidakstabilan emosinya atau stres.

Saat ini, sudah banyak wanita yang bekerja di luar rumah sebagai pekerja kantoran, meski sudah menikah dan memiliki anak. Dengan adanya kondisi tersebut, banyak wanita yang mulai merasa bahwa pekerjaan rumah tak lagi menyenangkan.

Belum lagi mendengar orang-orang yang kerap menganggap remeh ibu rumah tangga. Akhirnya, ada sebagian yang mulai berpikir bahwa hal yang mereka lakukan sehari-hari terasa sia-sia dan tidak diakui di masyarakat.

Pemikiran seperti itu akhirnya bisa menyebabkan seorang ibu rumah tangga stres. Ia pun merasa kesepian karena berpikir dirinya terisolasi di rumah.

Seorang ibu rumah tangga bertanggung jawab pada setiap urusan keluarganya. Dengan alasan ini, apa yang dipakai anak, bagaimana anak bertindak, dinilai sebagai tanggung jawab ibunya.

0 Komentar