“Tadi malam, pasukan ekstremis mencoba menyerang gedung-gedung pemerintah, departemen kepolisian kota Almaty, serta komisariat polisi setempat. Puluhan penyerang dibunuh,” kata juru bicara polisi Saltanat Azirbek, seperti dikutip oleh kantor berita Interfax-Kazakhstan, TASS dan Ria Novosti.
Video di media sosial pada Kamis ini menunjukkan toko-toko dijarah dan sejumlah bangunan terbakar di Almaty. Suara tembakan otomatis terdengar di jalan-jalan dan warga berteriak ketakutan.
Protes menyebar ke seluruh negara berpenduduk 19 juta jiwa itu minggu ini dalam kemarahan atas kenaikan harga LPG, yang banyak digunakan untuk bahan bakar mobil di barat negara itu.
Baca Juga:Kenaikan Harga Gula Aren Buat Petani SenangKasus Cuitan Berbau SARA, Ferdinand Akan Diperiksa Sebagai Saksi
Ribuan orang turun ke jalan-jalan di Almaty dan di Provinsi Mangystau untuk memprotes kenaikan harga itu tidak adil mengingat cadangan energi besar yang dimiliki negara yang merupakan eksportir minyak dan gas tersebut.
Para pengunjuk rasa dilaporkan telah menyerbu beberapa gedung pemerintah pada Rabu (5/1), termasuk kantor wali kota Almaty dan kediaman presiden, yang dilaporkan terbakar.
Adapun menurut Kementerian Dalam Negeri, sampai saat ini setidaknya delapan petugas penegak hukum tewas dan 317 terluka dalam kekerasan itu. (jawapos-red)
