oleh

Ahmad Khozinudin: Memalukan, TNI Diadu dengan Ulama dan Umat Islam

Padahal kata dia, kasus Habib Bahar sedang diproses oleh Polda Jabar. “Polisi sudah menangani perkara, lalu kenapa TNI ikut campur?” katanya.

Dia mengatakan bahwa kegaduhan TNI vs Habib Bahar berawal dari ucapan kontroversi KSAD Dudung yang menyinggung Tuhan buka orang Arab.

Padahal seharusnya, saluran komunikasi resmi TNI semestinya digunakan untuk menyambung komunikasi publik antara TNI dengan rakyat.

“Bukan program podcast yang sebenarnya saluran komunikasi para politisi,” ucapnya.

Baca Juga:  Lanjutan Sidang Habib Bahar bin Smith, Kuasa Hukum: Ada Kejanggalan Saksi

“Padahal, kekuatan negara ini hanya tersisa ditubuh TNI dan umat Islam. Kalau TNI dan umat Islam diadu domba, akan menjadi seperti apa bangsa ini?” tuturnya.

Ahmad Khozinudin mengatakan bahwa hanya di rezim Joko Widodo atau Jokowi, TNI diadu dengan Umat Islam dan Ulama.

“Semua kegaduhan ini terjadi di era rezim Jokowi. Belum pernah terjadi, Jendral TNI dibenturkan dengan Ulama, prajurit TNI dibenturkan dengan umat Islam. Padahal, dahulu Jenderal hormat pada ulama, prajurit merakyat bersama umat Islam,” pungkasnya. (fin/rit).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.