PETANI INDIA akhirnya menghentikan sementara protes selama setahun mereka pada Kamis (9/12). Hal demikian dilakukan setelah pemerintah bakal menjalankan sejumlah tuntutan.
Tuntutan para petani tersebut diantaranya yakni pemerintah akan mempertimbangkan jaminan harga untuk semua produk, bukan hanya beras dan gandum.
Langkah itu dilakukan setelah Perdana Menteri, Narendra Modi mengatakan pada bulan lalu, dia akan membatalkan tiga undang-undang pertanian. Ini merupakan upaya untuk mengakhiri protes petani terlama yang menggembleng jutaan petani yang tetap teguh menentang undang-undang tersebut.
Baca Juga:Suporter Berulah, Olympique Lyon Dijatuhi Hukum Pengurangan PoinJelang Napoli Hadapi Leicester, Spaletti Perhatikan Mentalitas Lini Tengah
Meskipun pemerintah turun, ribuan petani terus berkemah di jalan raya utama menuju New Delhi untuk mendesak tuntutan lain. Seperti tuntutan soal jaminan harga, serta agar tindakan hukum bagi pengunjuk rasa dicabut.
“Kami telah menerima surat dari pemerintah yang mengabulkan permintaan kami,” kata Balbir Singh Rajewal, seorang pemimpin senior serikat tani.
Pemimpin petani akan bertemu pada 15 Januari untuk meninjau kemajuan jaminan pemerintah, Rajewal mengatakan pada konferensi pers.
“Kami akan melanjutkan protes kami jika pemerintah menjauh dari jaminan,” kata Gurnam Singh Charuni, pemimpin petani lainnya.
Pemerintah akan membentuk panel petani dan pejabat pemerintah untuk menemukan cara untuk memastikan Harga Dukungan Minimum (MSP), sebagaimana tingkat jaminan disebut, untuk semua produk pertanian, menurut surat yang dilihat oleh Reuters.
Pemerintah sekarang membeli terutama beras dan gandum dengan harga yang dijamin, yang hanya menguntungkan 6% dari jutaan petani India.
PERMINTAAN LUAR BIASA
Tuntutan petani yang luar biasa termasuk pencabutan kasus hukum yang diajukan terhadap petani yang memprotes dan kompensasi bagi keluarga mereka yang meninggal selama protes.
Baca Juga:Liga Europa, Kiper Leicester City Sebut Pentingnya Laga Hadapi NapoliLawan Bali United, Pelatih MU Bidik Hasil Maksimal
Administrasi negara telah menyetujui tuntutan tersebut, menurut surat pemerintah yang ditujukan kepada para pemimpin serikat tani.
Petani juga telah meminta pemerintah untuk mencabut rancangan undang-undang listrik yang diusulkan, yang mereka khawatirkan akan menyebabkan pemerintah negara bagian menarik hak mereka atas listrik gratis atau bersubsidi, yang digunakan terutama untuk irigasi.
Pemerintah akan membahas draf tersebut dengan petani.
Petani juga telah menyerukan untuk menjatuhkan denda dan hukuman lain untuk pembakaran limbah tanaman, sumber utama polusi, dan pemerintah telah meyakinkan petani bahwa mereka tidak akan dimintai pertanggungjawaban pidana atas pembakaran limbah tanaman.
