DEPOK – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Elly Farida atau yang sering disapa Bunda Elly menyebut upaya menekan angka stunting perlu kerja sama dari pentahelix.
“Untuk dapat mencegah dan menekan angka stunting di Depok diperlukan kolaborasi dari pentahelix, salah satunya pemerintah,” katanya.
Kolaborasi pentahelix sendiri merupakan suatu bentuk kerja bersama (partisipatif-kolaboratif) yang melibatkan lima unsur, di antaranya, pemerintah, pelaku usaha, media, akademisi dan masyarakat.
Baca Juga:Konseling Online Depok Jaya Jamin Rahasia PercakapanAnak 8 Tahun Diperkosa di Sumedang, Begini Pengakuan Keluarga Korban
Konsep tersebut belakangan banyak diadopsi untuk menjawab beragam permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Karenanya, konsep serupa juga diyakini Bunda Elly sebagai langkah solutif ketika membahas jalan keluar permasalahan stunting yang ada di Kota Petir itu.
Di samping itu, pihaknya percaya bahwa dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat diperlukan setidaknya empat faktor.
“Yaitu, 40 persen adalah faktor lingkungan, 30 persen perilaku, 20 persen kesehatan, dan 10 persen lainnya adalah faktor genetika,” imbuhnya.
Melalui kolaborasi pentahelix dirinya optimis penanganan masalahan stunting di Kota Belimbing itu ditargetkan bakal menurun dengan tingkat capaian 4,4 persen di tahun 2026 mendatang,” ujarnya. (mg2/wan)
DEPOK – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Elly Farida atau yang sering disapa Bunda Elly menyebut upaya menekan angka stunting perlu kerja sama dari pentahelix.
“Untuk dapat mencegah dan menekan angka stunting di Depok diperlukan kolaborasi dari pentahelix, salah satunya pemerintah,” katanya.
Baca Juga:Ini 10 Tren Lapangan Kerja Baru Menurut MenkominfoKiai Maman Bongkar Siapa Sosok Terdakwa Herry Wirawan yang Perkosa 12 Santriwatinya
Kolaborasi pentahelix sendiri merupakan suatu bentuk kerja bersama (partisipatif-kolaboratif) yang melibatkan lima unsur, di antaranya, pemerintah, pelaku usaha, media, akademisi dan masyarakat.
Konsep tersebut belakangan banyak diadopsi untuk menjawab beragam permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Karenanya, konsep serupa juga diyakini Bunda Elly sebagai langkah solutif ketika membahas jalan keluar permasalahan stunting yang ada di Kota Petir itu.
Di samping itu, pihaknya percaya bahwa dalam menentukan derajat kesehatan masyarakat diperlukan setidaknya empat faktor.
“Yaitu, 40 persen adalah faktor lingkungan, 30 persen perilaku, 20 persen kesehatan, dan 10 persen lainnya adalah faktor genetika,” imbuhnya.
Melalui kolaborasi pentahelix dirinya optimis penanganan masalahan stunting di Kota Belimbing itu ditargetkan bakal menurun dengan tingkat capaian 4,4 persen di tahun 2026 mendatang,” ujarnya. (mg2/wan)
