Taksi Sekolah Untuk Siswa

Aam Amzad, Pustakawan Ahli Madya, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
Aam Amzad, Pustakawan Ahli Madya, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
0 Komentar

Literacy Day.

Untuk menggalakan  minat baca, Tim Pendamping Literasi Daerah (TPLD) Provinsi Jawa Barat mendorong ke setiap sekolah di Jawa Barat untuk membentuk Tim Literasi Sekolah (TLS), dimana tugas dan tanggungjawab dari Tim Literasi Sekolah adalah membentuk duta sekolah, membuat program membaca bersama, melakukan assesmen kebutuhan sekolah untuk tidak terjadi learning loss,  program dan kegiatan literasi sekolah diawali dengan rutinitas membaca 15 menit setiap hari pada Kotak Literasi Sekolah (Taksi Sekolah) yang disediakan di perpustakaan sekolah  secara bergiliran dan dibimbing oleh guru/walikelas, membaca berantai dengan satu kelompok dengan kelompok yang lain, menceritakan dan menulis   buku yang sudah dibaca, yang lebih menarik dari masyarakat sekolah mulai dari kepala sekolah, guru dan yang lainya memberikan penghargaan melalui program student of the month, membaca bersama melalui program literacy day didukung dengan CANDIL (Maca Dina Literasi Digital), Kolecer (Kotak Literasi Cerdas)   dari  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat dan iPusnas dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Pemetaan Tim Literasi Sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, mendelegasikan kepada Kepala Bidang SMA/SMK/SLB dan Koordinator Pengawas (korwas) serta Fungsional Pustakawan untuk menetapkan 1 (Satu) SMA/SMK/SLB yang akan menjadi Sekolah Percontohan Pelaksana Sekolah Berbudaya Literasi, Kriteria Literasi Sekolah yaitu  a. Sekolah Adiwiyata/SBL – jika ada/Sekolah Binaan SPMI/Sekolah Inti/Sekolah Imbas; b. memiliki Perpustakaan yang sesuai standar/memadai yang sudah terakreditasi diutamakan; c. Kepala Sekolah, Guru, Ketua Adiwiyata, Kepala Perpustakaan, dan Ketua Komite Sekolah berasal dari Sekolah yang sama; d. Sekolah memiliki komitmen yang tinggi untuk menjadi Sekolah Percontohan Pelaksana Litnum; e. Pernah menjadi juara/pemenang dalam lomba terkait perpustakaan/membaca/literasi (diutamakan); f. Bersedia untuk diberikan pendampingan strategis implementasi penguatan literasi oleh Tim Pendamping Literasi Daerah Provinsi Jawa Barat.

Strategi Penguatan Literasi sekolah.

Lingkungan sekolah  kaya teks merupakan bagian penting dalam pengembangan budaya literasi di sekolah. Lingkungan kaya teks dimaknai sebagai lingkungan di mana para siswa berinteraksi dengan berbagai bentuk bahan cetak, termasuk tanda-tanda, sudut belajar yang berlabel, cerita dinding, displaikata, mural berlabel, papan buletin, grafik dan diagram, puisi, serta berbagai bahan cetak lain (Kadlic and Lesiak, 2003). Lingkungan kaya teks menawarkan banyak kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kebiasaan dan keterampilan literasi. Ruang kelas literat dapat menarik dan mendorong siswa untuk mengambil bagian dalam banyak pengalaman belajar yang diberikan di sekolah. Kita dapat melihat aspek apa yang dianggap penting oleh seorang guru, ketika kita masuk ke ruang kelas. Dari lingkungan fisik kelas, kita dapat mengambil simpulan seberapa besar guru tersebut mendorong pembelajaran literasi. Di sebuah kelas yang mendorong pembelajaran literasi, kita mungkin dapat menemukan contoh bahan cetak yang ditempelkan di dinding, perpustakaan kelas, meja dan kursi yang dikelompokkan untuk mendorong interaksi kelas, penggunaan sumber bahan-bahan yang dapat digunakan untuk belajar mandiri dan terpajang di rak-rak bertanda, serta tempat bagi siswa untuk bekerja secara mandiri, berkelompok kecil atau besar seorang guru perlu menanyakan pada diri mereka sendiri, “Apakah kelas saya mendorong pembelajaran literasi?”

0 Komentar