Tawuran Antar Pendukung Calon Kuwu Desa Bungko Cirebon

Tawuran Antar Pendukung Calon Kuwu Desa Bungko Cirebon
Sejumlah warga terlibat tawuran antar pendukung calon kuwu Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.
0 Komentar

CIREBON – Terjadi tawuran antar pendukung calon kuwu di Pemilihan Kuwu (Pilwu) Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, Minggu (15/11).

Informasi yang dihimpun radarcirebon.com, tawuran dipicu dari pelaksanaan kegiatan silaturahmi atau ulem-ulem.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP M Fahri Siregar mengatakan, setelah mendapat informasi adanya tawuran antar pendukung calon kuwu, pihaknya langsung terjun ke lokasi.

Dia memastikan situasi telah kembali kondusif dan dapat dikendalikan.

Baca Juga:UI Ikuti Aturan Permendikbudristek Soal Kekerasan Seksual di KampusNCT 127 Siap Tur Dunia di Seoul Bulan Depan

Ada beberapa saksi yang dilakukan pemeriksaan. Akan diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku.

“Kami mengingatkan kembali kepada calon kuwu, supaya kegiatan yang berpotensi menimbulkan konflik seperti silaturahmi atau ulem-ulem agar tidak dilaksanakan,” kata Kapolres, kepada radarcirebon.com, Senin (15/11).

Kapolres menegaskan, aparat kepolisian akan bertindak tegas dan memproses sesuai prosedur hukum.

Sekarang ini, kepolisian sedang mencari dalang dari bentrokan ini. Adapun jumlah saksi yang telah diperiksa mencapai 10 orang.

“Kita sedang mencari siapa yang akan dijadikan tersangka dari tawuran ini,” tandasnya.

Kapolres menambahkan, untuk antisipasi konflik akibat pilwu, Polres Cirebon Kota telah memiliki pola.

Mulai tanggal 15, 16 dan 17, sudah ditempatkan anggota di lokasi-lokasi tertentu. Termasuk titik kumpul masing-masing kuwu.

Baca Juga:Geng Motor di Kuningan Terciduk Sedang Pesta NarkobaAdik Ipar Vanessa Angel Ungkap Keadaan Gala Sky, Masih Panggil Mama Papanya

Pihaknya juga mengingatkan bahwa tidak ada kampanye tatap muka. Tetapi hanya dibolehkan secara online.

Kemudian pada masa tenang tanggal 18, 19 dan 20 ada patroli skala besar di daerah potensi konflik. Melibatkan TNI.

Sedangkan setelah itu, personel dilakukan pergeseran untuk penjagaan TPS. (rdh)

0 Komentar