Dapat Intruksi Langsung dari Mensos RI, BRSPDSN Wyata Guna Bandung Produksi 1.000 Tongkat Penuntun Adaptif

Pekerja dari disabilitas daksa, rungu, netra dan eks-Napza Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung produksi sebanyak 1.000 tongkat penuntun adaptif, Jumat (29/10). Foto: Yuga Hassani
Pekerja dari disabilitas daksa, rungu, netra dan eks-Napza Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung produksi sebanyak 1.000 tongkat penuntun adaptif, Jumat (29/10). Foto: Yuga Hassani
0 Komentar

BANDUNG – Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna Bandung mulai memproduksi sebanyak 1.000 tongkat penuntun adaptif. Hal tersebut dilakukan setelah adanya intruksi langsung dari Menteri Sosial RI Tri Rismaharini pada beberapa waktu yang lalu.

Pengawas Produksi, Deki Andriansyah mengatakan, tongkat penuntun adaptif tersebut bisa jadi alat bantu teman-teman tuna netra dalam mendeteksi jika ada penghalang yang ada di dekatnya. Kata dia, tongkat tersebut juga memiliki sensor air, jarak, api, gas dan asap, serta dilengkapi Global Positioning System (GPS) yang secara otomatis telah dikoneksikan dengan ponsel pintar.

“Saat ada air, mereka bisa mendeteksi. Saat ada gas beracun, mereka bisa mendeteksi. Saat ada kebakaran, mereka bisa mendeteksi. Jadi intinya mitigasinya cepat lah prosesnya,” ujar Deki saat ditemui Jabar Ekspres, di BRSPDSN Wyata Guna, Jalan Pajajaran No 50-52, Kota Bandung, Jumat (29/10).

Baca Juga:Bejat! Anggota DPR Cabuli Anak di Bawah Umur Selama 3 Tahun, Korban DiancamUnik! OttenMatic, Robot Barista yang Seduhkan Kopi Sambil Cerita

“Jadi teman-teman netra pun tidak akan mengalami kesulitan saat ada penghalang di depannya. Seperti ada pohon, tembok, termasuk manusia juga terdeteksi, karena kan ada jarak di depannya,” tambahnya.

Deki mengungkapkan jika terdeteksi yang ada di depannya, ada dua variasi pemberitahuannya. Ada mode getar dan suara. Kata dia, jika teman-teman tuna netra sedang berada di jalanan yang berisik, pemberitahuannya bisa melalui getaran. Selain itu, juga bisa diatur menu-menunya.

“Kemudian ada juga menu SOS atau saat darurat. Misalkan ada kebakaran atau apa, dia akan bunyi sendiri. Karena tongkat itu ada sensor api. Jika hilang atau lupa menyimpan pun dengan menu SOS dia akan tahu di mana tempatnya. Seperti alarm jika lupa menyimpan motor di parkiran. Karena melalui GPS trackingnya,” ucap Deki.

Pihaknya menuturkan bahwa teman-teman netra antusias dengan adanya tongkat penuntun adaptif. Apalagi kata dia, hal tersebut digunakan bagi teman-teman yang membutuhkan pergerakan cepat.

“Teman-teman netra sangat mendukung dengan adanya tongkat ini. Apalagi bagi mereka yang membutuhkan pergerakan yang cepat,” jelasnya.

Deki menuturkan bahwa pekerja tongkat penuntun adiktif tersebut dengan memberdayakan pekerja dari disabilitas daksa, rungu, netra dan eks-Napza.

0 Komentar