“Ini dikerjakan oleh 25 orang. Jadi semuanya multi layanan,” katanya.
Pihaknya menjelaskan bahwa tongkat penuntun adaptif tersebut gratis bagi teman-teman tuna netra. Kata dia, Wyata Guna mendapatkan 1000 tongkat.
“Tongkat ini kalau jumlah semua dari Kemensosnya sebanyak 6000 tongkat. Sementara untuk Wyata Guna ada sekitar 1000 tongkat. Dari 1000 itu dibagikan sesuai dengan wilayah kerja. Nah kalau Wyata Guna kan wilayah kerjanya Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan sebagian wilayah Lampung,” ungkapnya.
Deki mengatakan bahwa penyelesaian pengerjaan 1000 tongkat penuntun adaptif tersebut memiliki target hingga akhir tahun harus beres. Namun pihaknya mengaku saat ini sudah mengerjakan hingga 300 tongkat.
Baca Juga:Bejat! Anggota DPR Cabuli Anak di Bawah Umur Selama 3 Tahun, Korban DiancamUnik! OttenMatic, Robot Barista yang Seduhkan Kopi Sambil Cerita
“Target 1000 ini sudah harus beres pada 31 Desember 2021 nanti. Tapi saat ini alhamdulillah kita sudah memproduksi sebanyak 300 tongkat. Ini termasuk yang cepat produksinya,” beber Deki.
“Jika sudah terpenuhi 1000, akan langsung disebar. Namun penyebarannya pun akan dilakukan secara bertahap,” tambahnya.
Pihaknya menjelaskan para tuna netra yang akan mendapatkan tongkat penuntun adaptif adalah yang sudah terdata oleh pemerintah melalui Dinas Sosial. Menurutnya, yang tidak terdata pemerintah pun bisa mengajukan ke BRSPDSN Wyata Guna.
“Persyaratannya seperti kita mengajukan alat bantu biasa, mereka ke Wyata Guna. Misalnya teman-teman netra Kota Bandung mengajukan ke sini, tapi tidak sepenuhnya teman-teman netra yang ada di Kota Bandung dikasih. Karena memang ini baru produksi sebanyak 1000, jadi saat ini yang diutamakan adalah yang terdaftar di Dinsos, atau bagi netra yang sangat membutuhkan. Jadi ada hasil assesment-nya dulu lah,” pungkasnya.* (mg2)
