Protes Lokasi Proyek  SPAM, Ketua RW 02 Sukawarna Sukajadi, Disomasi Warga

BANDUNG – Rahmat Puryodo, Ketua RW 2 Kel. Sukawarna, Kec. Sukajadi diadukan warga di dua RT-dua RW. Bahkan salah seorang warganya menyampaikan somasi ke Ketua RW 02 tersebut.

Somasi yang dilakukan warga itu merupakan buntut dari protes pembangunan sumur dalam minimal 80 meter untuk proyek SPAM (Sarana Penyediaan Air Minum) pada Gedung Serba Guna (GSG) di RT 5.

Pembangunan proyek SPAM dinilai tidak prosedural, sehingga diprotes tandatangan dari 44 warga RT 5 RW 1 dan 70 warga RT 5 RW 2 Sukawarna.

Tursiani Ratnawati, Plt. Ketua RT 5 RW 2, mengatakan, pengaduan keberatan lokasi SPAM dilayangkan dari pertengahan September lalu ke Lurah Sukawarna Nana Hadiana, Camat Sukajadi TB. Agus Mulyadi, dan Walikota Bandung Oded M. Danial.

Surat serupa kemudian dikirimkan juga ke Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Asep Nana Mulyana dan Pimpinan  Satuan Kerja Prasarana Permukiman  Wilayah II Provinsi Jawa Barat Balai  Prasarana Permukiman Wilayah Jawa  Barat Dirjen Cipta Karya Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), akhir September lalu.

“Selain kirim surat, kami juga mendatangi langsung Lurah dan Kementerian PUPR. Respon relatif minim, bahkan sejak 2 Oktober lalu sampai siang ini sudah ada pembangunan SPAM di RT kami tanpa prosedural resmi. Ini dibiarkan saja! Respon aparat Pemda ke keluhan kami soal lokasi sangat minim. Kami setuju SPAM tapi jangan di RT kami!” katanya di Bandung, Kamis (7/10/2021).

Terlebih, kata dia, data yang dimilikinya menyebutkan lokasi awal di RT 7 RW 2. Apabila ada perpindahan lokasi, maka harus ada persetujuan dari warga calon lokasi baru, dan hal ini tidak dilakukan RW.

Menurut Ati, sapaannya, terdapat beberapa prosedur yang dilanggar. Pertama, mengacu Pasal 9 Perda No 8/2002 tentang Pengelolaan Air Bawah Tanah disebutkan eksplorasi air tanah di atas 40 meter, harus memiliki IMB dan site plan 3 bulan sebelum pelaksaan pekerjaan.

“Sementara ini malah didahulukan hasil survey geolistrik dari CV Pradina dan CV Jaya Abadi sejak September sementara undangan sosialisasi ke RT kami baru dikirim 2 Oktober. Itupun undangan antara 30-50 menit sebelum acara tanpa ada nama jelas siapa yang diundang, sehingga kami tolak hadir,” katanya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan